• Kamis, 29 September 2022

Masih Bikin Mengernyitkan Dahi, Harga Bitcoin Hari Ini Semakin Melemah

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:05 WIB
Ilustrasi Bitcoin (pixabay.com)
Ilustrasi Bitcoin (pixabay.com)

BERITAKARYA.ID, CILEGON - Para investor hari ini tampaknya akan sedikit mengernyitkan dahi. Pasalnya, hingga saat ini harga BTC to USDT semakin melemah hanya berselang satu hari saja. Kondisi ini sudah berlangsung di beberapa bulan terakhir. Harga bitcoin belum juga menunjukkan cahaya terangnya.

Pada kamis 18 Agustus 2022, menurut data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) terpantau melemah 2,46 persen selama 24 jam terakhir ke level US$23.481,95. Sementara itu, harga sejumlah altcoin terpantau ikut melemah, yakni Ethereum (ETH) turun 2,49 persen menjadi US$1,852,23, solana (SOL) anjlok 6,90 persen di level US$40,98, dan Cardano (ADA) juga turun 6,34 persen ke posisi US$0,5383.

Pada hari ini, Jumat 19 Agustus 2022 hanya dalam satu hari saja harga bitcoin makin melemah menjadi US$22.762,67 melemah sekitar 1,94 persen.

Melansir dari bisnis.com, Trader bernama Afid Sugiono menjelaskan bahwa harga Bitcoin, Ethereum dan kripto lainnya tercatat turun untuk hari keempat berturut-turut karena investor mencermati sentimen indikator ekonomi dan laporan pendapatan perusahaan raksasa teknologi AS baru-baru ini.

Baca Juga: Walikota Cilegon Terima Mobil Dinas Baru, Wakilnya Pilih Mengembalikan Karena Alasan Beban Moral

“Market dihantam sentimen negatif dari risalah The Fed yang tidak sesuai ekspetasi. Awalnya, investor berharap The Fed akan menulis soal pelonggaran kebijakan moneter di dalam risalah tersebut. Namun, isinya sedikit berbeda dan membuat investor khawatir,” kata Afid dikutip dari keterangan resminya, Kamis 18 Agustus 2022.

Afid mengatakan, awalnya investor berharap The Fed mungkin menggunakan risalah pertemuan Juli untuk mendorong kembali harapan kenaikan suku bunga dan pelonggaran likuiditas yang lebih lambat.

Di sisi lain, performa saham juga lesu. Data pertumbuhan penjualan ritel AS yang datar sepanjang Juli berimbas ke pasar kripto, karena menimbulkan kembali kekhawatiran soal inflasi di masa depan.***

 

Halaman:

Editor: Irfan Luthfi Arief

Tags

Terkini

Terpopuler

X