• Sabtu, 3 Desember 2022

Mitos Rep-repan atau Ditindihi Jin Saat Tidur, Kenali Penyebab dan Faktornya Menurut Medis

- Rabu, 25 Mei 2022 | 19:49 WIB
Ilustrasi Rep-repan atau ditindihi saat tidur (Pixabay/ThuyHaBich)
Ilustrasi Rep-repan atau ditindihi saat tidur (Pixabay/ThuyHaBich)



BERITAKARYA.ID - Tak sedikit orang mengalami rep-repan atau ketindihan saat tidur. Hal ini dikaitkan dengan mitos yang beredar, penyebabnya adalah ditindihi jin.

Rep-repan atau ketindihan saat tidur yang dirasakan adalah susah gerak, dan tidak mampu bicara.

Kejadian ini banyak terjadi dikalangan manapun, tak tanggung-tanggung rep-repan atau ketindihan saat tidur juga bisa menyebabkan orang menjadi takut karena imajinasi yang berkaitan dengan horor.

Umumnya ketindihan dapat berlangsung selama beberapa menit. Namun jangan khawatir, ketindihan ini bukanlah sebuah hal yang disebabkan karena makhluk halus, ya.

Baca Juga: Profil Wenny Ariani yang Melahirkan Kekey, Anak Biologis dari Rezky Aditya

Mengutip dari laman Klikdokter, ketindihan adalah kondisi yang dapat terjadi pada semua orang dan bisa dijelaskan secara medis.

- Penyebab Utama Ketindihan Saat Tidur

Istilah ketindihan dalam medis disebut kelumpuhan tidur (sleep paralysis). Penyebab utama ketindihan pada dasarnya disebabkan karena proses sinkronisasi otak dan tubuh yang sempat terganggu sewaktu tidur.

Istilah ketindihan dalam medis disebut kelumpuhan tidur (sleep paralysis). Penyebab utama ketindihan pada dasarnya disebabkan karena proses sinkronisasi otak dan tubuh yang sempat terganggu sewaktu tidur.

Baca Juga: Ketika Anggota Tubuh Terasa Sakit, Bacalah Doa Ini

Dalam keadaan tidur, terdapat dua fase utama yang terjadi, yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Saat tidur, sebagian besar tubuh Anda akan berada di dalam fase NREM.

Pada fase tersebut, tubuh dalam keadaan rileks. Sementara itu pada fase REM, tubuh dalam keadaan rileks tetapi mata bergerak dengan cepat. Pada kondisi peralihan dari fase NREM dan REM, kadang seseorang terbangun dari tidurnya.

Nah, pada saat ia terbangun dalam kondisi peralihan ini, otaknya masih dalam keadaan tidur, seluruh ototnya juga masih lumpuh karena masih dalam keadaan rileks. Alhasil, Anda akan merasakan gejala ketindihan seperti tersadar dengan kondisi badan tidak bisa bergerak.

Nantinya, beberapa saat setelah mengalami kondisi sleep paralysis, otak dan tubuh akan perlahan akan sinkron kembali sampai benar-benar terbangun dari ketindihan.

Baca Juga: Rezky Aditya Ditetapkan sebagai Ayah Biologis Kekey, Citra Kirana Unggah Video Mesra : I'm With You, Always

Kelumpuhan tidur umumnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun gejala yang dialami penderitanya kadang menimbulkan rasa takut dan cemas untuk tertidur lagi.

Faktor yang Bisa Memicu Ketindihan Saat Tidur:

1. Mengalami Gangguan Mental

Meski tidak diketahui apa hubungan pastinya, orang yang sedang mengalami gangguan kecemasan atau depresi dilaporkan sering mengalami kondisi “rep-repan”. Orang yang sedang mengalami gangguan mental juga cenderung minum minuman beralkohol, dan ini diyakini bisa memicu ketindihan.

Baca Juga: Beginilah Cara Hadapi Gebetan yang Suka Ghosting Agar Kamu Cepat Move On

2. Salah Posisi Tidur

Kebanyakan orang yang mengalami ketindihan saat tidur mengatakan bahwa itu terjadi saat posisi tidur mereka sedang terlentang atau berbaring. Sedangkan orang yang tidurnya sering tengkurap atau miring, mengaku jarang mengalami sleep paralysis.

3. Mengidap Narkolepsi

Orang yang memiliki gangguan tidur narkolepsi biasanya akan mengalami mimpi atau halusinasi. Penderita narkolepsi juga dilaporkan sering mengalami kesulitan berbicara atau bergerak seperti ketindihan.

Baca Juga: Cara Menghadapi Teman yang Kerap Menyinggung Perasaan

4. Penyebab Lainnya

Memiliki jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya pada orang yang harus bekerja shift pagi dan malam bergantian.

Memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengalami kelumpuhan tidur.
Mengalami penyakit obstructive sleep apnea yang ditandai dengan sumbatan jalan napas saat tidur.***

Editor: Siti Masyitoh

Sumber: klikdokter.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Hilangkan Komedo Secara Alami, Mari Disimak

Sabtu, 11 Juni 2022 | 12:48 WIB

Ini Cara untuk Para Ibu agar Anak Nafus Makan

Rabu, 8 Juni 2022 | 17:44 WIB

Manfaat Kentang untuk Kesehatan Tubuh

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:28 WIB

Terpopuler

X