• Jumat, 19 Agustus 2022

BRIN Dinilai Rusak Ekosistem Iptek, MPI Lapor ke Ketua DPD RI

- Rabu, 29 Juni 2022 | 22:30 WIB
Para peneliti kritik BRIN (Instagram @dpdri)
Para peneliti kritik BRIN (Instagram @dpdri)

BERITAKARYA.ID, JAKARTA - Masyarakat Pemajuan Iptek dan Inovasi atau MPI Nasional yang terdiri dari para peneliti, akademisi, ASN maupun PPNPN lembaga Iptek menyampaikan uneg-unegnya terkait kondisi ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia saat bertemu Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti di Ruang Kerja Ketua DPD RI, Gedung Parlemen Senayan Jakarta. 

Salah satu anggota MPI, Lukman Hakim menjelaskan bahwa terjadi kemunduran Iptek di Indonesia setelah beberapa lembaga penelitian dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN lewat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau UU Sisnas Iptek. 

"Integrasi tersebut bukan membuat kemajuan, tetapi malah kemunduran bahkan merusak ekosistem Iptek dan inovasi yang telah dibangun sejak lama," kata Lukman.

Baca Juga: Cabuli Gadis Dibawah Umur yang Kenal di Facebook, Pria Beristri Ditangkap Satreskrim Polres Cilegon

BRIN, lanjutnya merombak seluruh tatanan lembaga Iptek yang ada. Pada prosesnya keberadaan BRIN malah membuat para peneliti dihadapkan pada masa depan yang tidak pasti.

"Dalam riset saja seperti memulai dari nol setelah dilebur dalam BRIN. Padahal sudah banyak pekerjaan dari para peneliti yang sudah berjalan dan sebenarnya bisa dilanjutkan," imbuhnya.

Belum lagi adanya pemisahan antara peralatan dan perisetnya. Hal itu membuat peneliti tidak mempunyai alat, padahal alat ini adalah milik negara.

Baca Juga: ENHYPEN Rencana Akan Tur Dunia Pertama pada Bulam September Ini

"Menurut kami ada semacam swastanisasi alat. Dimana periset atau peneliti dipisahkan dengan alat risetnya. Kalaupun mau melakukan riset sangat kesulitan karena alatnya dipegang oleh operator swasta. Sangat memprihatinkan," ucapnya lagi.

Halaman:

Editor: Irfan Luthfi Arief

Sumber: Instagram @dpdri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proses Autopsi Brigadir J Dijaga 1200 Personel

Senin, 25 Juli 2022 | 14:25 WIB
X