Money

Semen Indonesia (SMGR): Inovasi Produk Baru Sumbang 11 Persen dari Biaya Material Konstruksi

Advertisement

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) menggenjot inovasi produk turunan dalam industri bahan bangunan sebagai strategi pertumbuhan berkelanjutan. Langkah ini diambil melihat potensi pasar yang besar di luar produk semen konvensional, yang saat ini baru menyumbang sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi.

Wakil Direktur Utama Semen Indonesia, Andriano Hosny Panangian, menyatakan bahwa pasar bahan bangunan di Indonesia sangat potensial. Sebagai pemimpin industri, SIG terus berupaya meningkatkan kapabilitasnya dengan menghadirkan beragam inovasi produk dan mengoptimalkan jaringan operasional yang luas untuk memenuhi kebutuhan konstruksi di seluruh Indonesia hingga regional.

“SIG memiliki kemampuan distribusi dan jaringan yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” ujar Andriano dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, ekosistem industri bahan bangunan di Indonesia sangat besar. Kontribusi industri semen yang baru 11 persen dari total biaya material konstruksi menandakan masih ada 89 persen potensi dari bahan bangunan lainnya yang dapat digarap.

Inovasi dan Keberlanjutan Menjadi Fokus

Andriano juga menyoroti inisiatif peningkatan efisiensi energi yang menjadi kunci adaptasi SIG dalam menghadapi dinamika bisnis. Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi operasional perusahaan, termasuk melalui optimalisasi digitalisasi dan perluasan kolaborasi untuk rantai pasok yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, SIG terus meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri dalam proses produksinya. Pengembangan energi terbarukan juga dilakukan melalui penggunaan panel surya dan konversi gas panas buang menjadi energi listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Advertisement

Kolaborasi Global untuk Inovasi

Dalam konferensi “Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future” yang merupakan rangkaian INTERCEM Asia 2026, Semen Indonesia membuka pintu lebar untuk kolaborasi global dalam pengembangan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan transformasi SIG menuju bisnis yang lebih berorientasi pada pelanggan dan bernilai tambah tinggi.

Menurut Andriano, INTERCEM Asia memberikan peluang untuk memperluas kerja sama dengan para pemangku kepentingan di industri, mulai dari produsen, pemasok, hingga penyedia teknologi, guna mendukung transformasi perusahaan.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, turut menggarisbawahi peran penting industri semen dan mineral nonlogam dalam pembangunan Indonesia. Pada tahun 2025, sektor ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,16 persen, dengan nilai investasi mencapai Rp 25 triliun, nilai ekspor sebesar 1,79 miliar dollar AS, serta menyerap lebih dari 900.000 tenaga kerja.

“Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, INTERCEM Asia 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik, tetapi juga platform strategis untuk memperdalam kemitraan serta mendorong percepatan inovasi dan ketahanan industri di masa depan,” tutup Emmy.

Advertisement