Regional

80 Menu MBG Sudah Dibukukan, BGN Dorong Keberagaman Menu Lokal

Advertisement

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan memberlakukan standar menu tunggal secara nasional. Dadan Hindayana, Kepala BGN, menyatakan justru mendorong keberagaman menu yang disesuaikan dengan potensi lokal dan selera masyarakat di setiap daerah. Inovasi menu MBG akan berfokus pada dua aspek utama, yaitu kandungan gizi yang memadai dan cita rasa yang lezat, dengan tujuan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi tetapi juga mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara.

Menu Berbasis Kearifan Lokal

Untuk mewujudkan variasi menu tersebut, setiap Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) diwajibkan menempatkan seorang ahli gizi. “Harapannya, setiap SPPG bisa menghasilkan menu berbasis sumber daya lokal dan selera masyarakat setempat. Jadi, menu antara satu SPPG dengan yang lain akan bervariasi,” jelas Dadan.

Saat ini, BGN telah berhasil mengumpulkan dan membukukan sebanyak 80 menu Nusantara yang dikembangkan melalui program MBG. Kumpulan menu ini akan berfungsi sebagai referensi dan standar bagi para pengelola dalam menyajikan hidangan.

Perkembangan Badan Gizi Nasional

Dadan Hindayana menuturkan bahwa dalam kurun waktu yang relatif singkat, BGN telah berhasil membangun basis kekuatan yang signifikan dengan melibatkan 1,1 juta orang relawan di seluruh Indonesia. Kekuatan besar ini dikoordinasikan melalui unit kerja yang disebut Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG) di setiap daerah.

Advertisement

“Sekarang kami menjadi pasukan terbesar republik mengalahkan pasukan TNI dan Polri,” ujarnya menggambarkan skala jangkauan BGN.

Dalam periode satu tahun empat bulan, BGN mengalami transformasi yang pesat. Dari yang semula tidak memiliki kantor, kini BGN telah memiliki 600 pegawai di tingkat pusat dan 27.000 kepala SPPG yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. “Ekosistem ini juga melibatkan 27.000 ahli gizi, 27.000 petugas angkutan, serta jutaan relawan,” ungkap Dadan.

Advertisement