Pemerintah Kabupaten Jember menorehkan prestasi gemilang pada April 2026, berhasil menyabet tiga penghargaan bergengsi dari berbagai institusi media nasional dan regional. Rentetan penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkab Jember dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, upaya pengentasan kemiskinan, serta penguatan peran perempuan.
Penghargaan Layanan Publik dari PWI Jatim
Salah satu apresiasi datang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur. Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, dianugerahi penghargaan kategori Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik. Penghargaan ini diserahkan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, pada puncak acara Hari Pers Nasional 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 PWI Jatim di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (16/4/2026).
“Alhamdulillah, terima kasih kepada PWI Jatim atas penghargaan ini. Ini adalah vitamin bagi kami semua untuk bekerja lebih giat dan lebih semangat lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (22/4/2026).
Penghargaan ini diraih berkat tiga program unggulan Pemkab Jember: Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Pelayanan Tuntas Cetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan (Peta Cinta), dan Wadul Gus’e.
- UHC Prioritas menjamin seluruh warga pemegang KTP Jember, khususnya masyarakat kurang mampu, mendapatkan akses layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit di Indonesia.
- Peta Cinta bertujuan memangkas birokrasi antara wilayah kota dan desa, memungkinkan layanan administrasi kependudukan seperti pencetakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) diselesaikan langsung di kantor kecamatan.
- Wadul Gus’e merupakan platform komunikasi langsung antara masyarakat dan bupati, memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi.
Gus Fawait menegaskan dedikasinya terhadap penghargaan ini. “Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Jember dan elemen Pemkab Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru, Jember Maju,” katanya.
Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim.com
Prestasi Pemkab Jember di bidang pengentasan kemiskinan juga diapresiasi oleh Beritajatim.com. Gus Fawait kembali menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan. Penghargaan ini diserahkan di Ballroom Lantai 4 Grand City, Surabaya, pada Selasa (21/4/2026).
Penghargaan ini diberikan atas capaian Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif. Gus Fawait menilai kemiskinan sebagai persoalan fundamental yang memicu berbagai masalah sosial lain di Jember.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari stunting, kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” ungkap Gus Fawait.
Ia menekankan pentingnya keakuratan data sebagai kunci intervensi pembangunan yang tepat sasaran dalam upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja secara terintegrasi.
Meskipun Jember mencatatkan kinerja penurunan kemiskinan terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember tidak akan berpuas diri. Ia menargetkan angka kemiskinan di Jember dapat berada di bawah angka psikologis 200.000.
“Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200.000. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini,” tegas Gus Fawait.
Anugerah Puspa Bangsa untuk Pemberdayaan Keluarga
Di sisi pemberdayaan keluarga, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, menerima penghargaan kategori Puspa Cita dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Penghargaan ini diberikan kepada ketua TP PKK kabupaten/kota yang dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Selain Kabupaten Jember, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Dairi (Sumatera Utara), Kabupaten Puncak (Papua Tengah), dan Kota Balikpapan (Kalimantan Timur).
Ning Ghyta dinilai berhasil menggerakkan pemberdayaan perempuan berbasis keluarga melalui program Mlijo Cinta dan penguatan 1.200 tenaga kesehatan (nakes). Program Mlijo Cinta, yang terintegrasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), berfungsi sebagai ruang konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan, menyediakan layanan perizinan, pengembangan desain produk, hingga strategi pengemasan.
Sementara itu, penguatan 1.200 nakes dilakukan melalui sinergi lintas sektor, dengan PKK berperan sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.
“Bagi saya, banyak persoalan di daerah berakar dari keluarga. Karena itu, PKK hadir untuk mendampingi dan menguatkan perempuan agar mampu menjadi penggerak dari lingkup terkecil,” ujar Ning Ghyta.
Ning Ghyta juga mengajak perempuan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.
“Jadilah versi terbaik dari diri sendiri. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Perempuan memiliki peran luar biasa dalam membentuk generasi masa depan, baik di ruang publik maupun dalam keluarga,” tuturnya.
Anugerah Puspa Bangsa 2026 turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa.






