Persiapan penyambutan jemaah haji Indonesia untuk musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi di Arab Saudi telah mencapai tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa seluruh layanan utama dipastikan siap untuk menyambut kedatangan jemaah. Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada tanggal 22 April 2026.
Sejumlah petugas PPIH telah disiagakan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan area bandara untuk memastikan kelancaran proses kedatangan. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menyatakan bahwa kesiapan layanan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi bagi para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Sebanyak 682 petugas PPIH telah diberangkatkan dari Jakarta dan ditempatkan di Daker Madinah serta bandara. Penempatan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin kelancaran proses kedatangan dan mobilitas jemaah sejak mereka tiba di Arab Saudi.
Skema Fast Track Percepat Proses Kedatangan
Untuk musim haji tahun ini, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kembali menerapkan skema fast track. Melalui skema ini, proses keimigrasian jemaah dapat diselesaikan lebih awal sebelum keberangkatan dari Indonesia, sehingga mempercepat waktu kedatangan di Arab Saudi.
Kloter pertama jemaah dijadwalkan tiba di Madinah pada pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS). “Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” ujar Budi Agung Nugroho.
Budi menambahkan bahwa Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi beserta Konsul Jenderal RI direncanakan akan turut hadir dalam penyambutan perdana tersebut.
Pergerakan Jemaah Diatur Berkelompok
PPIH juga telah menyusun pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus secara terorganisir. Koordinasi dengan pihak syarikah (perusahaan penyedia layanan) dilakukan untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib.
“Pergerakan jemaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelas Budi.
Selain itu, layanan penanganan bagasi juga telah dipersiapkan secara matang untuk memastikan barang bawaan jemaah tiba dengan aman di hotel tujuan.
Layanan Selama di Madinah
Setibanya di Madinah, jemaah haji Indonesia akan menjalani ibadah Arbain, yang berlangsung selama 8 hingga 9 hari. Pemerintah menjamin penyediaan layanan konsumsi bagi jemaah selama masa tinggal tersebut, dengan total maksimal 27 kali makan yang telah disiapkan.
“Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” pungkas Budi Agung Nugroho.




