Misi ketiga roket New Glenn milik Blue Origin, NG-3, mencetak dua hasil yang berlawanan pada Minggu pagi (19/4/2026). Perusahaan milik Jeff Bezos ini berhasil mendaratkan kembali inti pendorong (booster) pertama yang telah digunakan sebelumnya, sebuah langkah signifikan dalam ambisi untuk menyaingi dominasi SpaceX dalam roket yang dapat digunakan kembali. Namun, di sisi lain, misi ini gagal menempatkan satelit internet masif BlueBird 7 ke orbit yang tepat, yang berujung pada keputusan untuk segera memusnahkan satelit tersebut.
Peluncuran roket New Glenn setinggi 98 meter dari Cape Canaveral, Florida, menggunakan booster yang sama dengan misi NG-2 sebelumnya. Keberhasilan ini merupakan kemajuan besar bagi visi Blue Origin yang menargetkan setiap tahap pertama roketnya bisa terbang setidaknya 25 kali.
“Kami melakukan beberapa penyesuaian terkait cara roket masuk kembali (ke atmosfer), dan memastikan semua sistem tetap bekerja sesuai harapan kami,” ujar Jordan Charles, Wakil Presiden New Glenn untuk Blue Origin, dalam komentarnya saat peluncuran.
Booster yang diberi julukan “Never Tell Me The Odds” itu berhasil mendarat mulus di kapal droneship “Jacklyn” di Samudra Atlantik sekitar enam menit setelah lepas landas. Momen ini disambut sorak-sorai oleh tim teknisi Blue Origin.
Satelit BlueBird 7 Harus Dimusnahkan
Meskipun pendaratan roket berjalan sesuai rencana, misi utama pengiriman muatan justru berakhir mengecewakan. Satelit BlueBird 7 milik perusahaan AST SpaceMobile dilaporkan terlepas di orbit yang tidak sesuai atau off-nominal orbit.
BlueBird 7 merupakan satelit internet raksasa yang dirancang untuk koneksi langsung ke ponsel dengan antena seluas 223 meter persegi. Sayangnya, ketinggian orbit yang terlalu rendah membuat satelit ini tidak dapat bertahan lama di luar angkasa.
“Meskipun satelit terpisah dari kendaraan peluncur dan menyala, ketinggiannya terlalu rendah untuk mempertahankan operasi dengan teknologi pendorong di dalamnya dan akan dideorbit (jatuhkan kembali ke Bumi),” ungkap pihak AST SpaceMobile dalam pernyataan resminya, dikutip dari Space.
Perusahaan AST SpaceMobile memperkirakan kerugian akibat kegagalan ini dapat ditutup melalui polis asuransi yang dimiliki.
Dampak bagi Program Artemis NASA
Insiden ini terjadi di tengah sorotan terhadap peran Blue Origin dalam program Artemis NASA. New Glenn diproyeksikan menjadi kendaraan peluncur untuk pendarat Bulan, Blue Moon, yang akan membawa astronot kembali ke permukaan satelit Bumi.
Pendarat tak berawak Mark 1 Blue Moon awalnya dijadwalkan meluncur pada akhir musim panas tahun ini. Namun, masalah orbit pada misi NG-3 ini dikhawatirkan dapat mengganggu lini masa peluncuran tersebut.
Kegagalan penempatan orbit ini menjadi catatan penting bagi NASA, terutama setelah badan antariksa tersebut mengubah arsitektur misi Artemis 3. Kini, astronot di pesawat Orion dijadwalkan untuk mempraktikkan prosedur docking di orbit Bumi dengan pendarat dari SpaceX atau Blue Origin, tergantung kesiapan masing-masing pada pertengahan 2027.
Dengan tinggi yang hampir menyamai roket SLS NASA dan ditenagai tujuh mesin BE-4 berbahan bakar methalox, New Glenn tetap menjadi pesaing kuat bagi Starship milik SpaceX. Namun, Blue Origin kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan konsistensi akurasi orbit mereka sebelum NASA memberikan lampu hijau untuk misi berawak yang lebih berisiko ke Bulan.


