Perkembangan pesat teknologi video surveillance yang didukung kecerdasan buatan (AI) telah mendorong berbagai perusahaan untuk berinvestasi pada kamera beresolusi tinggi dan sistem analitik canggih. Namun, di balik gelontoran dana untuk perangkat keras tersebut, komponen krusial berupa infrastruktur penyimpanan data seringkali luput dari perhatian.
Dalam sistem pengawasan modern, kamera secara konstan mengirimkan data ke sistem manajemen video (VMS) seperti Network Optix (Nx). Data ini kemudian ditulis ke perangkat penyimpanan (storage) secara simultan dan tanpa henti, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Beban kerja ini semakin meningkat seiring penambahan jumlah kamera dalam sistem.
Beban Kerja Video Berbeda dari Sistem IT Umum
Berbeda dengan sistem teknologi informasi (TI) pada umumnya, video surveillance memiliki karakteristik beban kerja yang jauh lebih berat. Data terus-menerus ditulis, banyak aliran data berjalan bersamaan, dan sistem harus tetap dapat diakses kapan saja untuk kebutuhan pemutaran ulang (playback) maupun analisis.
Kondisi ini menuntut perangkat penyimpanan dengan kemampuan write-intensive, throughput tinggi, serta akses paralel yang stabil. Tanpa arsitektur yang tepat, risiko seperti hilangnya bingkai (dropped frame), kelambatan akses (latency), hingga kehilangan data sangat mungkin terjadi.
Dari perspektif keamanan, kehilangan satu bingkai saja bisa berarti hilangnya informasi penting. Oleh karena itu, keandalan sistem bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama yang tidak dapat dikompromikan.
Masalahnya, banyak sistem surveillance yang tampak berjalan normal ternyata menyimpan risiko tersembunyi. Perangkat penyimpanan yang tidak dirancang khusus untuk beban kerja video seringkali menjadi hambatan (bottleneck), memperlambat akses data, dan memperpanjang waktu pemulihan saat terjadi gangguan.
Infrastruktur yang Dirancang untuk Skala Besar
Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan perangkat penyimpanan yang memang dirancang khusus untuk aliran data video dalam skala besar. Infrastruktur modern mampu menghadirkan keandalan hingga 99,999 persen tanpa dropped frame, bahkan dalam kondisi beban kerja tinggi sekalipun.
Teknologi seperti ADAPT memungkinkan proses pembangunan kembali data (rebuild) hingga 95 persen lebih cepat dibandingkan RAID tradisional. Dengan demikian, sistem dapat pulih dengan cepat saat terjadi kegagalan.
Arsitektur yang dapat diskalakan (scalable) juga memungkinkan pengelolaan lebih dari 1.000 kamera beresolusi 4K dalam satu sistem tanpa mengalami hambatan.
Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak digunakan adalah mengintegrasikan perangkat penyimpanan dengan VMS sejak tahap perencanaan sistem.
Seagate, sebagai salah satu pemimpin industri penyimpanan data, menghadirkan solusi yang dirancang khusus untuk beban kerja video surveillance dan telah terintegrasi dengan platform Nx. Dalam ekosistem ini, Nx mengatur aliran data dan distribusi beban kerja, sementara Seagate memastikan data tersimpan dengan performa yang konsisten, termasuk untuk kebutuhan sistem multi-lokasi.
Mengingat volume data surveillance yang terus meningkat, perusahaan perlu memastikan infrastruktur yang digunakan saat ini mampu mengikuti pertumbuhan tersebut. Memilih sistem yang tepat bukan hanya soal kebutuhan hari ini, melainkan juga kesiapan menghadapi masa depan.
Informasi lebih lengkap mengenai solusi penyimpanan untuk kebutuhan video surveillance dapat diperoleh melalui laman Talk to a Seagate Expert.






