Tren

Sering Dapat Telepon Tanpa Suara? Pakar IPB Ungkap Cara Menghindari “Call Hening”

Advertisement

Fenomena panggilan telepon misterius tanpa suara, yang akrab disebut “call hening”, belakangan ini dilaporkan semakin marak dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Panggilan dari nomor tak dikenal yang tiba-tiba masuk tanpa adanya suara di seberang telepon ini kerap memicu rasa waswas, bahkan diduga menjadi salah satu modus awal berbagai kejahatan siber.

Salah satu warga yang merasakan langsung fenomena ini adalah Sofiatun (25), warga Wonogiri. Ia mengaku sering menerima telepon dari nomor yang tidak tersimpan dalam daftar kontaknya. Rasa penasaran sempat mendorongnya untuk mengangkat salah satu panggilan tersebut, namun yang ia temui justru keheningan di ujung telepon.

“Telepon dari nomor tak dikenal pernah saya angkat, tapi tidak ada suaranya, jadi langsung saya matikan,” ujar Sofiatun saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2026). Pasca kejadian tersebut, Sofiatun memutuskan untuk tidak lagi menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenal untuk menghindari potensi risiko yang tidak diinginkan.

Strategi Menghindari “Call Hening”

Menanggapi maraknya keluhan ini, Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, memberikan pandangan mengenai cara mengatasi dan mencegah fenomena “call hening” yang semakin berkembang.

Menurut Heru, prinsip utama yang harus dipegang oleh masyarakat adalah mengabaikan panggilan tersebut dan tidak melakukan panggilan balik. Ia menekankan bahwa panggilan semacam ini merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon yang semakin canggih.

“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” ujar Heru Sukoco, dikutip dari laman resmi IPB University (16/4/2026).

Heru menjelaskan bahwa fenomena “call hening” merupakan bagian dari praktik social engineering atau penipuan digital yang kini semakin merajalela. Panggilan yang tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik ini memiliki tujuan spesifik.

Tujuan di Balik Panggilan Hening

Tujuan dari panggilan ini beragam, kata Heru. Mulai dari sekadar mengecek apakah nomor telepon yang dituju masih aktif, memancing korban agar melakukan panggilan balik, hingga mengumpulkan data yang nantinya akan digunakan untuk serangan lanjutan.

Risiko dari panggilan semacam ini, lanjut Heru, tidak bisa dianggap remeh. Nomor korban yang merespons bisa saja masuk ke dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti pencurian kode OTP atau phishing, bahkan terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.

Advertisement

Untuk menghindari jebakan tersebut, Heru menyarankan masyarakat untuk tidak mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama jika nomor tersebut berasal dari luar negeri atau terlihat mencurigakan. Jika memang panggilan tersebut penting, biasanya penelepon akan mengulanginya atau mengirimkan pesan singkat.

Lebih lanjut, Heru mengingatkan agar masyarakat tidak pernah melakukan panggilan balik. “Tindakan ini yang paling sering menjebak, karena banyak pelaku menggunakan teknik missed call bait,” jelas Heru.

Pemanfaatan Teknologi dan Edukasi

Selain langkah pencegahan dasar, masyarakat juga dapat memanfaatkan teknologi sebagai lapisan perlindungan tambahan. Penggunaan aplikasi pihak ketiga yang mampu mengidentifikasi nomor spam, memblokir panggilan secara otomatis, serta memberi label pada nomor mencurigakan sangat disarankan.

Fitur bawaan pada ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers juga dapat diaktifkan untuk meminimalkan gangguan dari panggilan tak dikenal.

Heru juga memberikan imbauan penting jika panggilan terlanjur terangkat. “Apabila panggilan terlanjur terangkat, hindari menjawab ‘ya’ karena suara tersebut bisa direkam dan disalahgunakan untuk manipulasi data pribadi seperti OTP, NIK, atau informasi perbankan,” tambahnya.

Peningkatan literasi digital masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi kejahatan siber yang terus berkembang. Edukasi dalam keluarga, terutama bagi anak-anak yang rentan menjadi target, juga perlu digalakkan. Mereka diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada ancaman melalui telepon.

Di tingkat yang lebih luas, peran operator telekomunikasi dalam memfilter panggilan mencurigakan serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun basis data spam nasional menjadi langkah krusial yang perlu diperkuat. Heru menekankan bahwa kewaspadaan sederhana dari masyarakat merupakan pertahanan utama dalam menghadapi ancaman digital.

Advertisement