MEDAN, KOMPAS.com – Di usianya yang menginjak 72 tahun, Maimunah menemukan kelegaan di sudut Aula Asrama Haji Medan. Koper kecil di sampingnya menjadi saksi bisu penantian panjangnya yang akhirnya berujung pada kenyataan. Ia tak lagi memaksakan diri berdiri dalam antrean panjang pemeriksaan, menikmati momen yang telah diimpikannya sejak lama.
“Saya menabung duit selama 15 tahun untuk berangkat. Kalau niat saya ya sudah dari dulu mau naik haji,” ujar Maimunah dengan suara lirih kepada Kompas.com pada Selasa (21/4/2026) pukul 22.40 WIB. Perempuan asal Kota Binjai ini menyimpan asa untuk menjejakkan kaki di tanah suci sejak lama.
Perjalanan menuju pemenuhan rukun Islam kelima ini tidak serta merta mulus. Maimunah mendaftar haji pada tahun 2013. Namun, seperti ribuan calon jemaah lainnya, ia harus menghadapi masa tunggu yang panjang, yaitu 13 tahun, sebelum akhirnya mendapatkan giliran berangkat. Pandemi Covid-19 sempat menjadi jeda tak terduga yang menunda keberangkatannya.
“Sekarang sudah berangkat ya pasti senang lah. Gembira, bersyukur kita, karena banyak orang nunggu, tapi belum bisa berangkat,” ungkapnya, sembari tersenyum bahagia.
Didampingi Sang Putra
Perjalanan spiritual kali ini tidak dijalani Maimunah seorang diri. Putra sulungnya, Indra Gunawan, turut mendampinginya. Indra mendaftar haji pada tahun 2017 dan memutuskan untuk bergabung dalam rombongan ibunya melalui mekanisme penggabungan.
“Ditemani anak. Anak saya daftar tahun 2017, karena dia mendampingi saya dia ikut penggabungan,” jelas Maimunah.
Kehadiran sang anak menjadi sumber kekuatan sekaligus penenang di tengah perjalanan yang panjang dan penuh makna ini.
Doa di Ambang Keberangkatan
Sebelum memasuki aula, Maimunah memanjatkan doa. Harapannya tak hanya untuk kelancaran perjalanannya sendiri, tetapi juga untuk seluruh jemaah calon haji yang akan berangkat bersamanya.
“Semoga lancar, diridhoi semua sama Allah. Lalu, mulai berangkat hingga pulang lagi ke sini dalam keadaan sehat, sehingga bisa bertemu keluarga, anak dan cucu,” ucapnya.
Doa sederhana itu menyimpan harapan besar akan perjalanan yang tidak hanya fisik, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual.
Kloter I Embarkasi Medan
Malam itu, sebanyak 360 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter I Embarkasi Medan bersiap untuk diberangkatkan. Ketua Embarkasi Medan 2026, Zulkifli Sitorus, merinci bahwa jemaah berasal dari Kota Binjai sebanyak 223 orang dan Kota Medan 131 orang, ditambah dengan enam petugas haji.
Rentang usia jemaah dalam kloter ini sangat beragam, mulai dari 20 tahun hingga 81 tahun, mencerminkan berbagai kisah hidup yang bersatu dalam satu tujuan suci.
Rombongan tersebut dijadwalkan untuk terbang menuju Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026) pukul 03.00 WIB dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Bagi Maimunah, panggilan ilahi itu akhirnya terjawab setelah 15 tahun menabung, menunggu, dan bersabar untuk memenuhi impian yang telah lama terpendam.






