PT KAI Commuter (KCI) mencatat sebanyak 74 kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di dalam perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) sepanjang tahun 2025 hingga kuartal pertama 2026. Angka ini dihimpun dari laporan langsung pengguna maupun pemantauan di media sosial.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa dari total 74 kasus tersebut, 54 kasus terjadi sepanjang tahun 2025, sementara 20 kasus dilaporkan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Ia menambahkan bahwa terdapat peningkatan tren pelaporan pada kuartal pertama 2026, namun hal ini justru dilihat sebagai respons positif terhadap meningkatnya kesadaran pengguna.
“Kami melihatnya dari respons positifnya adalah semakin banyak masyarakat yang berani untuk speak up,” ujar Karina di Stasiun BNI City, Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2026). “Semakin banyak pengguna KRL yang berani untuk menyuarakan ataupun melaporkan ketika melihat atau mengalami,” lanjutnya.
Modus pelecehan seksual yang paling banyak dilaporkan adalah sentuhan fisik yang dilakukan oleh terduga pelaku kepada korban. Selain itu, ada pula laporan mengenai terduga pelaku yang mengambil foto korban tanpa izin saat berada di dalam KRL.
Pelecehan Seksual Rawan Terjadi Saat Jam Sibuk
Karina mengungkapkan bahwa dugaan pelecehan seksual cenderung meningkat pada jam-jam sibuk, yaitu pada waktu keberangkatan dan kepulangan kerja. Kondisi ini disebabkan oleh kepadatan penumpang yang signifikan di hampir seluruh rute KRL.
“Jadi kalau kita bicara potensi terjadinya pelecehan ataupun kekerasan seksual ini tentunya melekat kepada kondisi kepadatan,” tutur Karina. “Kalau kita bicara kondisi kepadatan, ya tentunya ini jadinya menyebar (semua rute) ya karena kita padatnya itu di seluruh lintas pelayanan pada jam-jam sibuk,” jelasnya.
Meskipun kepadatan menjadi faktor utama, Karina tidak merinci jumlah kasus spesifik yang terjadi selama jam sibuk.
Menyikapi hal ini, KCI mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian dugaan pelecehan seksual yang dialami atau disaksikan. Petugas keamanan KCI telah disiagakan di atas KRL maupun di stasiun, dan seluruhnya telah mendapatkan edukasi mengenai penanganan laporan pelecehan seksual.
Pada hari yang sama, KCI juga menggelar kampanye publik bertema ‘Kartini Modern: Berani Melawan Kekerasan Seksual di Transportasi Publik’ dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keberanian pengguna dalam memerangi pelecehan seksual di transportasi publik.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk selalu berani speak up, melaporkan apabila melihat terjadinya tindakan kekerasan seksual, jangan segan melaporkan ke petugas kami,” pungkas Karina.






