Global

Alasan Trump Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Kenapa Berubah Pikiran Lagi?

Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, sebuah langkah yang ia klaim bertujuan untuk memberikan ruang bagi kelanjutan perundingan damai. Keputusan ini diumumkan menjelang berakhirnya jeda pertempuran dua minggu pada Selasa malam waktu AS.

Trump menjelaskan bahwa perpanjangan ini merupakan respons atas permintaan mediator Pakistan. Selain itu, perpanjangan ini juga ditujukan untuk memberi waktu bagi Iran, yang disebutnya masih dalam kondisi “terpecah,” untuk merampungkan proposal mereka. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.

“Saya… mengarahkan militer kita untuk melanjutkan blokade, dan dalam semua hal lainnya, tetap siap dan mampu. Oleh karena itu, gencatan senjata akan diperpanjang sampai proposal mereka (Iran) diajukan,” tulis Trump melalui media sosial, seperti dikutip dari AFP.

Sikap Trump kali ini berbeda dari pernyataan sebelumnya, di mana ia sempat mengindikasikan tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan bahkan mengancam akan melanjutkan pengeboman.

Ketidakpastian Akhir Gencatan Senjata

Sebelum pengumuman perpanjangan, sempat muncul ketidakpastian mengenai waktu pasti berakhirnya gencatan senjata. Pakistan menyebut batas waktunya adalah Selasa pukul 23.50 GMT (Rabu, 6.50 WIB), sementara Iran menyatakan berakhir pada pukul 00.00 GMT (Rabu, 7.00 WIB). Namun, tidak ada laporan aktivitas militer baru yang terjadi saat tenggat waktu tersebut terlewati.

Hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi atas keputusan perpanjangan dari Washington. Di sisi lain, masa depan perundingan damai yang difasilitasi Pakistan masih diselimuti ketidakjelasan, terutama setelah perubahan sikap dari AS.

Advertisement

Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance tidak akan menghadiri perundingan di Pakistan sesuai rencana semula. Penundaan negosiasi ini dilakukan sambil menunggu Iran mengajukan proposal resmi. “Setiap pembaruan lebih lanjut tentang pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih,” ujar pejabat tersebut.

Situasi di Islamabad menunjukkan kesiapsiagaan tinggi. Polisi dan tentara bersenjata lengkap terlihat menjaga kawasan pemerintahan kota, meskipun tidak ada jadwal pasti pertemuan antara Iran dan AS yang dikonfirmasi.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan apresiasinya kepada Trump atas keputusan memperpanjang gencatan senjata. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres juga menyambut langkah tersebut sebagai peluang untuk meredakan ketegangan.

Namun, di tengah upaya diplomasi ini, Iran tetap mengeluarkan peringatan keras menjelang berakhirnya gencatan senjata pertama. Teheran mengancam akan menyerang fasilitas produksi minyak di negara-negara Teluk jika wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran.

“Negara-negara tetangga di selatan harus tahu bahwa jika letak geografis dan fasilitas mereka digunakan untuk kepentingan musuh dalam menyerang bangsa Iran, mereka harus mengucapkan selamat tinggal pada produksi minyak di Timur Tengah,” kata komandan pasukan udara Garda Revolusi Iran, Majid Mousavi, seperti dikutip kantor berita Fars.

Advertisement