Travel

Bangkok Thailand Dilanda Panas Ekstrem, Indeks Panas Capai 51,9 Derajat Celsius

Advertisement

Bangkok, Thailand, tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang mencekam. Selama 19 hari berturut-turut, kota metropolitan ini bergulat dengan suhu yang sangat tinggi, dengan indeks panas (heat index) yang terus meroket antara 42 hingga 51,9 derajat Celsius sejak Rabu (1/4/2026). Angka ini bukan sekadar suhu udara, melainkan representasi suhu yang dirasakan tubuh, telah memperhitungkan tingkat kelembapan yang tinggi, sebagaimana dilaporkan oleh Bangkok Post pada Selasa (21/4/2026).

Kombinasi suhu udara yang membakar dan kelembapan yang pekat ini telah menempatkan Bangkok dalam zona risiko tinggi bagi kesehatan masyarakat. Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) pun mengeluarkan imbauan mendesak kepada warganya untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat terik matahari mencapai puncaknya di siang hari. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap gejala-gejala yang mengindikasikan gangguan akibat panas, seperti kelelahan ekstrem, pusing, ruam kulit, kram otot, hingga ancaman serangan panas (heatstroke).

Khususnya bagi kelompok rentan, seperti lansia dan anak-anak, imbauan untuk segera mencari pertolongan medis jika menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan menjadi sangat krusial.

Potensi Badai Musim Panas di Tengah Terik

Di tengah kemarau panjang yang menyengat, Departemen Meteorologi Thailand justru memperkirakan datangnya badai musim panas. Fenomena ini diprediksi akan melanda pada Senin (20/4/2026) dan Sabtu (25/4/2026). Badai tersebut berpotensi membawa angin kencang, hujan es, bahkan hujan lebat yang dapat memporak-porandakan sejumlah wilayah, terutama di Thailand bagian utara, timur laut, dan timur.

Sementara itu, di Bangkok dan wilayah sekitarnya, cuaca panas diperkirakan masih akan mendominasi. Namun, kemungkinan badai petir juga mengintai, diperkirakan akan memengaruhi sekitar 10 hingga 30 persen wilayah. Suhu udara di Bangkok sendiri diproyeksikan akan mencapai 39 derajat Celsius, sementara wilayah utara dan timur laut bisa melonjak hingga 42 derajat Celsius.

Advertisement

Imbauan Keselamatan Berlapis untuk Warga

Menyikapi kondisi cuaca yang ekstrem, masyarakat Thailand dihimbau untuk menjaga kesehatan dengan cermat. Menghindari aktivitas luar ruangan dalam jangka waktu lama menjadi saran utama, sebagaimana dikutip dari The Nation Thailand. Imbauan ini juga merambah ke sektor pelayaran. Para pelaut yang beroperasi di Teluk Thailand dan Laut Andaman diingatkan untuk tidak berlayar di area yang diperkirakan akan dilanda badai petir, mulai Kamis (23/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026).

Bagi masyarakat di wilayah utara, kewaspadaan terhadap potensi badai musim panas sangat ditekankan. Mereka diminta untuk menjauhi area terbuka, pohon-pohon besar, bangunan yang rapuh, serta papan reklame yang berisiko roboh.

Sektor pertanian pun tak luput dari perhatian. Petani diimbau untuk memperkuat tanaman buah-buahan mereka dan bersiap menghadapi kemungkinan kerusakan pada hasil panen serta ternak. Selain itu, menjaga kondisi kesehatan di tengah perubahan cuaca yang drastis menjadi prioritas.

Pengalaman serupa pernah terjadi di Thailand pada tahun 2024. Kala itu, Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand) berinisiatif menyiapkan skema pariwisata pagi dan malam hari untuk mengakomodasi keengganan wisatawan beraktivitas di bawah terik matahari siang, seperti dilaporkan oleh VN Express.

Advertisement