Megapolitan

Banjir Rendam Akses Depok–Tangsel di Cinere, Warga Diimbau Jangan Nekat Melintas

Advertisement

TANGERANG SELATAN, Kompas.com – Akses jalan penghubung antara Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Cinere, tepatnya di Jalan Bandung, terendam banjir pada Senin (20/4/2026). Genangan air yang cukup tinggi menutup jembatan penghubung, memaksa petugas mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melintas demi keselamatan.

Banjir yang mulai terjadi sejak dini hari tersebut sempat melumpuhkan mobilitas warga. Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengonfirmasi bahwa genangan air mulai menutup akses sejak pukul 04.00 WIB.

“Masyarakat disarankan untuk tidak melintasi dulu sampai ketinggian air sudah di bawah jembatan,” ujar Dian saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp pada Senin.

Genangan air di jembatan Jalan Bandung ini menjadi jalur alternatif penting bagi warga yang biasa bepergian antara Depok dan Tangerang Selatan. Ketinggian air yang menutup badan jalan membuat jalur tembus tersebut tidak dapat dilalui.

“Masyarakat yang biasa menggunakan akses jalan tembus melalui jembatan Jalan Bandung sulit lewat, karena air menggenangi jembatan,” jelas Dian.

Evakuasi Mobil Terjebak

Pada pagi hari, situasi banjir masih terlihat jelas. Petugas BPBD bahkan harus melakukan evakuasi terhadap sebuah mobil yang nekat melintas dan terjebak di tengah genangan air.

Advertisement

“Situasi jam 06.45 WIB, pagi tadi, mobil sudah dievakuasi,” kata Dian.

Meskipun air dilaporkan mulai berangsur surut seiring berjalannya waktu, imbauan untuk tidak melintas tetap ditekankan. Kondisi ini mengantisipasi potensi bahaya bagi pengendara yang mungkin tidak menyadari kedalaman genangan.

Viral di Media Sosial

Peristiwa banjir di akses penghubung Depok-Tangsel di Cinere ini tak luput dari perhatian warganet. Sebuah video yang merekam momen banjir tersebut sempat viral di media sosial.

Melalui akun X @B3doel, situasi banjir digambarkan membuat akses penghubung tersebut tidak layak dilalui. Air yang keruh kecokelatan terlihat menutupi hampir seluruh badan jalan, menyerupai aliran sungai kecil.

Visual yang beredar menunjukkan permukaan jalan nyaris tak terlihat. Meskipun pepohonan dan tiang penanda di tepi jalan masih tampak berdiri, bagian bawahnya sudah terendam air. Ketinggian genangan yang signifikan ini mengindikasikan potensi risiko tinggi bagi pengendara yang mencoba menerobos.

Advertisement