Megapolitan

Pramono Siapkan PPSU Khusus Basmi Ikan Sapu-sapu di Jakarta

Advertisement

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membentuk satuan tugas khusus dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk memberantas populasi ikan sapu-sapu yang merajalela di sungai-sungai ibu kota. Langkah ini diambil sebagai upaya penanganan yang rutin dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen tersebut. “Kami akan melanjutkan dan secara khusus seperti yang saya sampaikan, Jakarta akan punya PPSU untuk secara berkala membersihkan ikan sapu-sapu di Jakarta. Sebab kalau tidak, maka ekosistem air Jakarta pasti akan rusak,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).

Ledakan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta saat ini memang mengkhawatirkan. Spesies invasif ini diperkirakan telah mendominasi ekosistem air hingga lebih dari 60 persen, bahkan berpotensi melampaui 70 persen berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Operasi Serentak Angkat Puluhan Ribu Ikan

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar operasi serentak pembersihan sungai dan saluran air di lima wilayah kota administrasi pada Jumat (17/4/2026). Fokus utama kegiatan ini adalah penangkapan ikan sapu-sapu yang populasinya kian tak terkendali.

Operasi tersebut berhasil mengangkat puluhan ribu ikan sapu-sapu dari perairan Jakarta, dengan total berat mencapai sekitar 6,98 ton. Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan tangkapan terbesar, mencapai 5,3 ton. Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat 576 ekor, Jakarta Timur 763 kilogram, Jakarta Utara lebih dari 200 kilogram, dan Jakarta Barat 71 ekor dengan berat 17 kilogram.

Dalam satu hari pelaksanaan operasi, tangkapan di Jakarta Selatan saja sudah mencapai lebih dari 3,5 ton. Jika digabungkan dengan wilayah lain, total tangkapan dalam operasi tersebut hampir mencapai 6,5 ton.

Ancaman Ekosistem dan Potensi Bahaya Konsumsi

Pramono menekankan bahwa pembasmian ikan sapu-sapu sangat penting karena spesies ini terbukti merusak keseimbangan ekosistem sungai dan mengancam keberadaan ikan lokal. “Kenapa ikan ini harus dibersihkan? Karena memang sudah merusak,” tegasnya.

Advertisement

Ikan sapu-sapu diketahui memangsa telur ikan lain, yang secara signifikan mempercepat penurunan populasi spesies asli. Selain itu, kebiasaan mereka membuat lubang di tepian sungai juga berpotensi merusak tanggul.

Lebih lanjut, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu dinilai berbahaya jika dikonsumsi karena kandungan zat tertentu yang melebihi ambang batas aman.

Evaluasi Metode Penanganan

Kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu yang tinggi memungkinkan mereka bertahan di perairan tercemar dan berkembang biak dengan cepat, menjadikannya sulit dikendalikan. “Memang ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca termasuk dalam kondisi air yang sangat-sangat tidak sehat,” ujar Pramono.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga akan mengevaluasi metode pemusnahan ikan sapu-sapu. Hal ini menyusul adanya kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait praktik penguburan ikan dalam kondisi hidup.

“Mengenai saran dan kritik dari MUI, nanti saya minta untuk yang ahli untuk menyesuaikan tata caranya,” imbuh Pramono.

Dengan pembentukan PPSU khusus ini, pemerintah berharap pengendalian ikan sapu-sapu dapat dilakukan secara lebih sistematis, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Jakarta.

Advertisement