Ikn

Basuki Tegaskan IKN Tak Terima Produk Konstruksi “Medioker” dan Main-main

Advertisement

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan komitmennya untuk tidak mentoleransi produk dan layanan konstruksi berkualitas medioker dalam pembangunan tahap II IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan bahwa setiap elemen yang masuk ke IKN harus memenuhi standar kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan yang tinggi, mengingat IKN dirancang sebagai standar baru pembangunan kota masa depan.

Pernyataan ini disampaikan Basuki dalam forum Building and Construction Business Matching yang digelar bersama Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) pada Senin (20/04/2026). Kegiatan yang melibatkan 22 perusahaan konstruksi dan material bangunan ini merupakan bagian dari proses seleksi ketat untuk memastikan inovasi yang dihadirkan mampu menjawab kebutuhan IKN yang dinamis.

Kualitas dan Tanggung Jawab Profesional

Basuki Hadimuljono secara tegas meminta seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan IKN untuk memiliki keterikatan emosional dan tanggung jawab profesional yang melampaui kepentingan komersial semata. Ia menekankan pentingnya menjiwai pembangunan IKN atas dasar tugas, hati, dan tanggung jawab bersama.

“Mari kita saling mendukung, betul-betul kita harus menjiwai untuk bekerja di IKN. Kenapa kita harus bekerja di sini, atas dasar tugas dan hati serta tanggung jawab kita membangun kota ini. Jangan main-main, saya ingin kualitas, estetik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Basuki dalam forum tersebut.

IKN Sebagai Etalase Kapabilitas Infrastruktur Indonesia

Lebih lanjut, Basuki mengingatkan para kontraktor dan produsen material bahwa IKN bukan hanya sekadar lokasi pembangunan, melainkan sebuah etalase bagi kapabilitas infrastruktur Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, strategi pemasaran konvensional yang hanya menonjolkan spesifikasi fisik produk dinilai tidak lagi memadai.

Perusahaan diharapkan tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi, tetapi juga pelayanan yang lebih baik. Hal ini mencakup layanan purna jual dan integrasi teknologi yang unggul. “Saya ingin IKN ini menjadi contoh membangun infrastruktur yang lebih baik. Di sini Anda tidak hanya menjual produk berkualitas tinggi tetapi menjual pelayanan yang lebih baik,” jelas Basuki.

Advertisement

Selain aspek fisik dan teknologi, Basuki juga mendorong keterlibatan industri konstruksi untuk memberikan dampak sosial nyata. Ia meminta para pelaku usaha membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal di kawasan Nusantara, sehingga pembangunan ekonomi dapat berjalan selaras dengan progres fisik kota.

IKN Mendorong Transformasi Industri Konstruksi

Deputi Sarana Prasarana Otorita IKN, Aswin G. Sukahar, memandang IKN sebagai panggung bagi industri untuk membuktikan kemajuan teknologi mereka. Ia menegaskan bahwa produk yang dianggap terbaik di masa lalu belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan IKN yang dinamis dan adaptif.

“Teknologi tidak berhenti dari produk kemarin, tetapi Anda memiliki tantangan untuk menghadirkan produk yang lebih baik dari kemarin. IKN ini sebenarnya etalase yang luar biasa. Ini Ibu Kota kita bersama yang kita bisa kembangkan dengan layanan yang lebih baik,” ujar Aswin.

Aswin menambahkan bahwa pembangunan di IKN mendorong transformasi cara kerja industri secara fundamental. Pendekatan yang digunakan bukan lagi sekadar mengikuti apa yang tersedia di pasar, melainkan memaksa pasar untuk berinovasi menciptakan material dan metode kerja yang lebih cerdas dan ramah lingkungan. Industri konstruksi ditantang untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan desain unik dan standar kualitas kawasan yang sangat spesifik.

Advertisement