Perjuangan pascapersalinan tak hanya tentang merawat bayi yang baru lahir, tetapi juga pemulihan diri seorang ibu yang telah melewati ujian fisik luar biasa. Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, menyeimbangkan rasa sakit, tanggung jawab baru, dan kurang tidur yang kerap melanda. Baik persalinan normal maupun caesar, keduanya menuntut masa istirahat dan perawatan khusus.
Mengutip Parents, Senin (20/4/2026), terdapat selusin hal penting yang wajib dilakukan ibu usai melahirkan demi kelancaran proses pemulihan tanpa komplikasi.
Ragam Hal yang Wajib Dilakukan Ibu Pascamelahirkan
1. Tunda Aktivitas Seksual dan Penggunaan Benda Asing di Vagina
Rahim memerlukan waktu sekitar enam minggu untuk kembali ke ukuran semula. Selama periode ini, sangat penting untuk menghindari memasukkan apa pun ke dalam vagina, termasuk tampon atau menstrual cup, untuk mencegah risiko infeksi.
“Ini karena leher rahim sedikit terbuka setelah persalinan, bahkan jika kamu menjalani operasi caesar, dan bakteri dapat menyebar ke rahim serta menyebabkan infeksi,” jelas dokter kandungan dan direktur medis di Pediatrix Medical Group, Suzy Lipinski, MD.
Hubungan seks penetratif juga disarankan untuk dihindari hingga tubuh benar-benar pulih.
2. Hindari Memforsir Fisik
Jangan membebani tubuh dengan pekerjaan rumah tangga berat atau olahraga intens. Aktivitas fisik yang disarankan adalah peregangan lembut dan berjalan kaki.
“Saya merekomendasikan peregangan lembut dan berjalan untuk aktivitas fisik. Ini membantu penyembuhan dan tidak membuat otot dasar panggul serta seluruh tubuh tegang,” kata dokter kandungan di Memorial Hermann, Rikki Baldwin, DO.
3. Jauhi Asap Rokok
Paparan asap rokok sangat berbahaya bagi bayi baru lahir. Menurut Dr. Lipinski, asap rokok merupakan satu-satunya faktor risiko yang dapat diubah untuk SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).
Dr. Baldwin menambahkan bahwa paru-paru dan otak bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga asap rokok dapat menghambat proses vital tersebut.
4. Perhatikan Pola Makan Sehat
Pola makan yang sehat sangat krusial selama masa pemulihan. Dokter kandungan di Rush University System for Health, Caroline Kuhn, MD, menyarankan konsumsi makanan bernutrisi seimbang.
Menu makanan harus mencakup protein untuk memperbaiki jaringan yang rusak, zat besi untuk mengganti sel darah yang hilang, serta serat untuk mencegah sembelit pascapersalinan.
5. Jangan Abaikan Depresi Pascamelahirkan
Fenomena baby blues sering kali dialami ibu baru akibat fluktuasi hormon. Namun, penting untuk mewaspadai tanda-tanda depresi yang lebih serius.
Asisten profesor di TCU Burnett School of Medicine sekaligus dokter kandungan, Melanie Lagomichos, MD, memaparkan gejala depresi yang perlu diwaspadai, seperti kesedihan ekstrem, kesulitan tidur, hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri.
“Cobalah untuk tidak mengabaikan gejala awal depresi pascapersalinan ini,” tegasnya.
Advertisement
6. Terima dan Minta Bantuan Orang Lain
Masa pascapersalinan bisa menjadi periode yang penuh tekanan. Dokter Lipinski mengimbau ibu untuk tidak ragu meminta bantuan saat dibutuhkan dan menghubungi dokter jika ada pertanyaan atau kekhawatiran.
“Ini adalah masa yang penuh tekanan, dan kamu akan membutuhkan dukungan teman serta keluarga,” ucapnya.
Biarkan orang terdekat membantu urusan rumah tangga atau menjaga bayi agar ibu bisa beristirahat.
7. Prioritaskan Perawatan Diri
Meskipun tugas merawat bayi seolah tak ada habisnya, ibu juga harus peka terhadap sinyal tubuh yang membutuhkan jeda istirahat.
“Tidak masalah jika semuanya tidak sempurna. Tubuhmu perlu pulih, dan kamu harus menjaga diri sendiri,” ujar Dr. Lipinski.
8. Hindari Mengangkat Beban Berat
Ibu pascapersalinan juga harus berhati-hati untuk tidak mengangkat beban berat. Menurut Dr. Lagomichos, aktivitas ini berisiko memicu hernia atau merobek jahitan yang belum sepenuhnya kering.
“Saya menyarankan pasien menghindari mengangkat apa pun yang lebih dari 6 kilogram, atau sekitar berat bayimu di car seat-nya,” tuturnya.
9. Gunakan Alat Kontrasepsi
Kembali berhubungan seks sebaiknya dilakukan minimal enam minggu pascapersalinan dan wajib disertai penggunaan alat kontrasepsi, meskipun sedang menyusui.
“Kesalahpahaman yang umum adalah kamu tidak akan bisa hamil saat menyusui,” ungkap Dr. Lagomichos.
Padahal, hal tersebut hanyalah mitos. Ibu tetap bisa hamil meskipun sedang menyusui. Dokter Baldwin juga mengingatkan bahwa jarak kehamilan yang terlalu dekat sangat berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.
10. Waspadai Gejala Berbahaya
Rasa nyeri pascapersalinan memang umum terjadi, namun penting untuk tidak menyepelekan tanda-tanda bahaya. Dokter Lagomichos menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala seperti perdarahan yang sangat deras, demam tinggi, nyeri dada yang intens, hingga lonjakan tekanan darah mendadak.
11. Berhenti Membandingkan Diri
Hindari godaan untuk membandingkan diri dengan standar pengasuhan atau bentuk tubuh pascapersalinan yang kerap ditampilkan di media sosial. Perbandingan semacam itu dapat memicu rasa cemburu dan frustrasi yang tidak perlu.
12. Rayakan Kemenangan Kecil
Setiap pencapaian sekecil apa pun di masa pascapersalinan layak untuk dirayakan, mulai dari berhasil mandi dengan tenang, sesi menyusui yang lancar, hingga keberanian meminta bantuan orang lain. Hargai dan banggalah pada proses pemulihan diri Anda.






