Solo, Kompas.com – Pemilik mobil bermesin turbo kerap dihadapkan pada pertanyaan mengenai jenis bahan bakar yang ideal. Anggapan umum menyebutkan bahwa kendaraan jenis ini wajib menggunakan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo. Namun, benarkah demikian?
Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Honda di Solo, menjelaskan bahwa mesin turbo memang memiliki karakteristik kebutuhan bahan bakar yang berbeda dibandingkan mesin konvensional.
Menurutnya, mesin turbo beroperasi dengan tekanan dan suhu yang lebih tinggi di ruang bakar. Kondisi ini membuat mesin lebih rentan mengalami fenomena knocking atau ngelitik apabila menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan rendah.
“Mobil turbo biasanya butuh oktan lebih tinggi karena tekanan dan suhu di ruang bakar lebih besar, jadi lebih rentan ngelitik (knocking),” ujar Iwan kepada Kompas.com pada Minggu (19/4/2026).
Meskipun demikian, Iwan menegaskan bahwa tidak semua mobil bermesin turbo mutlak harus mengonsumsi bahan bakar beroktan 98 seperti Pertamax Turbo. Ia menyarankan pemilik kendaraan untuk senantiasa merujuk pada rekomendasi pabrikan yang tertera dalam buku manual atau pada tutup tangki bahan bakar.
“Banyak mobil turbo modern di Indonesia cukup menggunakan RON 92 atau Pertamax, umumnya untuk mobil non-Eropa,” tuturnya.
Rekomendasi Oktan Berdasarkan Performa Mesin
Iwan menambahkan bahwa untuk beberapa mesin dengan performa yang lebih tinggi, penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih besar memang sangat dianjurkan.
“Beberapa mesin yang lebih bertenaga memang dianjurkan minimal RON 95 atau bahkan harus RON 98,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar dengan nilai oktan di bawah rekomendasi pabrikan dapat memicu berbagai dampak negatif bagi kendaraan.
“Kalau pakai oktan di bawah rekomendasi, mesin bisa ngelitik, tenaga turun, konsumsi BBM jadi boros, dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin,” jelas Iwan.
Oleh karena itu, ia menyimpulkan, “Jadi kesimpulannya, mobil turbo tidak wajib Pertamax Turbo, tapi wajib mengikuti minimal RON yang direkomendasikan pabrikan.”





