Homey

Cegah Api Membesar, Ini 5 Alat Pemadam Kebakaran yang Wajib di Rumah

Advertisement

Kasus kebakaran di Jakarta menunjukkan tren mengkhawatirkan, dengan rata-rata hampir satu insiden setiap hari sepanjang semester pertama tahun 2025. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 371 kasus kebakaran di ibu kota antara 1 Januari hingga 30 Juni 2025, menjadikan kebakaran sebagai salah satu bencana paling sering terjadi. Situasi ini menekankan pentingnya kesiapan rumah tangga dalam menghadapi potensi bencana api.

Memiliki peralatan yang tepat untuk menangani api sejak dini dapat mencegah kerugian yang lebih besar, bahkan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Berikut adalah lima jenis peralatan yang direkomendasikan untuk dimiliki di setiap rumah.

Alat Penting untuk Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Dini

1. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan instrumen krusial untuk menangani kebakaran yang baru saja dimulai, misalnya dari kompor. APAR tersedia dalam berbagai jenis yang disesuaikan dengan sumber api. Tipe APAR berisi air efektif untuk memadamkan api dari bahan non-logam seperti kertas, kain, karet, dan plastik. Sementara itu, APAR berisi busa, chemical powder (bubuk kimia), dan karbon dioksida (CO2) memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas dan spesifik tergantung jenis bahan yang terbakar.

2. Perangkat Pengaman Listrik

Gangguan listrik menjadi salah satu penyebab umum kebakaran di rumah. Oleh karena itu, instalasi listrik yang memenuhi standar keamanan sangatlah penting. Alat seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) berfungsi melindungi dari beban berlebih dan arus pendek. Selain itu, Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) atau Residual Current Circuit Breaker (RCCB) dengan sensitivitas 30mA dapat secara otomatis memutus aliran listrik saat terdeteksi kebocoran arus, sehingga mencegah risiko kesetrum dan potensi percikan api. Penggunaan kabel dan peralatan instalasi yang bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) juga menjadi faktor penentu keamanan.

Advertisement

3. Detektor Asap

Detektor asap adalah perangkat vital untuk mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran. Alat ini bekerja dengan mendeteksi partikel asap di udara dan akan mengaktifkan alarm sebagai peringatan dini. Pemasangan detektor asap disarankan di lokasi strategis seperti plafon rumah, dekat kamar tidur, atau area dapur, namun sebaiknya tidak terlalu dekat dengan kompor untuk menghindari alarm palsu. Jika alarm berbunyi, segera periksa sumber asap, lakukan evakuasi jika api membesar, dan hubungi pemadam kebakaran. Perawatan rutin berupa pembersihan debu dan penggantian baterai secara berkala penting untuk menjaga kinerja optimal detektor.

4. Peralatan Pemadaman Tambahan

Selimut api (fire blanket) merupakan tambahan penting dalam perlengkapan pencegahan kebakaran di rumah. Terbuat dari bahan tahan api seperti fiberglass, selimut ini dirancang untuk memadamkan api pada area kecil, seperti kompor, oven, atau tong sampah, dengan cara menghentikan pasokan oksigen. Selain fungsi utamanya, selimut api juga dapat digunakan untuk melindungi diri dari luka bakar atau menangani tumpahan bahan kimia berbahaya.

5. Fire Sprinkler System

Sistem pemadam otomatis atau fire sprinkler system menawarkan solusi penanganan kebakaran dini yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi panas dari api dan secara otomatis menyemprotkan air guna mengendalikan atau memadamkan api pada tahap awal. Bekerja melalui jaringan pipa yang terpasang di plafon, setiap unit sprinkler dilengkapi sensor panas berupa kaca berisi cairan. Ketika suhu mencapai titik tertentu, biasanya antara 68-74 derajat Celsius, kaca akan pecah dan melepaskan air untuk memadamkan api.

Advertisement