Bola

Cristian Chivu Mulai Bahas Double Winner Usai Bawa Inter Milan ke Final Coppa Italia

Advertisement

MILAN – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mulai membicarakan kans meraih double winner usai timnya memastikan satu tempat di final Coppa Italia 2025-2026. Kepastian itu didapat setelah Inter Milan menaklukkan Como 1907 dengan skor tipis 3-2 pada leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (22/4/2026).

Pertandingan tersebut berlangsung sengit. Inter Milan sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan membalikkan keadaan di babak kedua. Tiga gol kemenangan Inter dicetak oleh Hakan Calhanoglu (69′, 86′) dan Petar Sucic (89′). Sementara itu, Como hanya mampu membalas melalui Martin Baturina (32′) dan Lucas Da Cunha (48′).

Cristian Chivu mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tak kenal lelah hingga berhasil membalikkan keadaan. Ia secara khusus memuji kontribusi para pemain pengganti yang dinilainya memberikan energi baru dan keberanian bagi tim.

“Semua orang bekerja dengan baik, dan ketika mereka dibutuhkan, mereka menunjukkannya,” ujar Chivu seperti dikutip dari Tutto Mercato Web. “Hari ini, para pemain pengganti memberikan kontribusi besar, mereka memberi kami kepribadian dan keberanian: Diouf, Sucic, Pio sendiri. Grup ini ingin bersaing hingga akhir.”

Kans Double Winner Terbuka Lebar

Kemenangan ini semakin membuka lebar peluang Inter Milan untuk mengakhiri musim dengan gelar ganda. Pekan lalu, tim berjuluk Nerazzurri itu sudah mengamankan posisi teratas di klasemen Serie A setelah mengalahkan Cagliari 3-0, yang semakin mendekatkan mereka pada gelar scudetto.

Kini, dengan lolos ke final Coppa Italia, Inter berpeluang besar meraih trofi domestik kedua musim ini. Chivu menegaskan ambisinya untuk menyapu bersih sisa kompetisi dengan hasil maksimal.

“Kami telah meraih posisi ini, yang memungkinkan kami untuk bermimpi: mencapai tujuan kami untuk memenangkan liga dan juga Coppa Italia,” jelasnya.

Advertisement

Kendati demikian, Chivu menekankan bahwa fokus utamanya bukanlah mengejar gelar semata. Pelatih asal Rumania itu lebih mementingkan dedikasi dan totalitasnya untuk tim yang ia latih.

“Karena Anda menyukai gelar, tetapi saya tidak. Saya mencurahkan hati dan jiwa saya ke dalam tim yang saya latih,” tuturnya.

Chivu Tak Terkalahkan Melawan Fabregas

Kemenangan Inter atas Como di leg kedua semifinal ini juga menegaskan dominasi Cristian Chivu atas pelatih Como, Cesc Fabregas, di musim ini. Sejak didatangkan awal musim panas lalu, Chivu belum pernah merasakan kekalahan melawan tim asuhan Fabregas.

Musim ini, kedua pelatih sudah bertemu empat kali. Hasilnya, Chivu meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Dalam empat pertemuan tersebut, Inter Milan tercatat mencetak 11 gol dan hanya kebobolan lima kali.

Hasil terburuk yang dialami Inter di bawah asuhan Chivu saat menghadapi tim Fabregas adalah saat bermain imbang 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia, 3 Maret lalu. Di tiga pertemuan lainnya, Inter Milan selalu mampu mencetak minimal tiga gol ke gawang Como, termasuk kemenangan telak 4-0 pada Desember tahun lalu.

Advertisement