Otomotif

Demi Udara Bersih, Transjakarta Beralih ke Bus Listrik

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus meningkatkan armada bus listriknya sejak tahun 2022, meskipun investasi awal untuk unit-unit tersebut tergolong tinggi. Langkah ini diambil demi mewujudkan udara bersih di Ibu Kota dan menghemat anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Gatot Indra Koswara, Spesialis Utama Transformasi dan Manajemen Perubahan Transjakarta, memaparkan bahwa setiap bus listrik yang beroperasi mampu menekan subsidi BBM pemerintah pusat hingga Rp302 juta per tahun. Angka tersebut dihitung berdasarkan efisiensi konsumsi energi dibandingkan bus konvensional.

“Satu unit bus konvensional TransJakarta membutuhkan sekitar 39.238 liter solar per tahun. Dari kebutuhan tersebut, potensi subsidi yang dapat ditekan mencapai sekitar Rp302 juta per unit setiap tahun,” ujar Gatot saat Focus Group Discussion (FGD) bersama Inisiatif Strategis Transportasi (Instran) beberapa hari lalu.

Keunggulan Finansial dan Lingkungan

Gatot mengakui bahwa harga pembelian bus listrik memang bisa mencapai dua kali lipat lebih mahal dibandingkan bus bermesin pembakaran internal (ICE). Namun, selisih biaya investasi awal tersebut diklaim dapat tertutupi oleh keunggulan operasional jangka panjang.

Ia merinci, biaya energi untuk bus listrik beroperasi dilaporkan empat kali lebih murah dibandingkan bus ICE. Selain itu, biaya perawatan bus listrik juga separuh lebih rendah dari bus konvensional.

Advertisement

“Biaya operasional bus konvensional selama 5,5 tahun bisa menyentuh Rp3,9 miliar. Angka tersebut seharga satu unit bus listrik 12 meter,” jelas Gatot.

Dengan demikian, Gatot melihat peralihan ke bus listrik memberikan peluang signifikan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menghemat anggaran subsidi BBM untuk Transjakarta. Lebih dari sekadar penghematan finansial, penggunaan bus listrik juga berkontribusi pada peningkatan kualitas udara di Jakarta karena tidak menghasilkan emisi gas buang.

“Pada akhirnya layanan transportasi umum di Jakarta jadi lebih baik,” pungkasnya.

Advertisement