Film horor-komedi Ghost in the Shell karya sutradara Joko Anwar mencatatkan performa impresif di tangga box office Indonesia. Pada hari keenam penayangannya di bioskop, film ini berhasil menarik lebih dari 1 juta penonton.
Pencapaian tersebut diumumkan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh penonton yang telah memberikan dukungan.
“Terima kasih teman-teman WNI. Sampai dengan sore hari ke-6, Ghost in the Shell sudah tembus 1.000.000 penonton,” tulis Joko Anwar, seperti dikutip dari unggahannya pada Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, “Terima kasih karena mau merayakan kemenangan, walau hanya dalam film bersama kami.”
Sambutan positif terhadap film ini telah terlihat sejak hari pertama penayangan. Pada tanggal perilisannya, Ghost in the Shell berhasil menggaet 154.279 penonton.
Sinopsis dan Keunikan Film
Ghost in the Shell menyajikan narasi yang unik dengan memadukan genre horor dan komedi. Latar cerita film ini berpusat pada kehidupan di dalam lembaga pemasyarakatan bernama Labuhan Angsana.
Film ini mengisahkan perjuangan para narapidana dalam bertahan hidup dari ancaman hantu misterius. Teror tersebut secara spesifik mengincar individu dengan energi negatif, di tengah situasi penindasan dan ketidakadilan yang mewarnai sistem penjara.
Perhatian Internasional
Sebelum resmi menggebrak bioskop Indonesia, Ghost in the Shell telah lebih dulu mencuri perhatian kancah internasional. Film ini melakukan penayangan perdana di Berlinale Film Festival 2026 pada bulan Februari lalu, menandai pengakuan atas kualitasnya di mata perfilman global.
Film yang dibintangi oleh jajaran aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Rio Dewanto, Lukman Sardi, Bront Palarae, Tora Sudiro, dan Aming ini masih terus diputar di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.






