Parlemen Inggris secara resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Tembakau dan Vape pada Selasa (21/4/2026), sebuah kebijakan kontroversial yang akan melarang individu yang lahir setelah 1 Januari 2009 untuk membeli rokok seumur hidup.
Langkah legislatif ini, yang telah disepakati oleh Dewan Rakyat dan Dewan Bangsawan, bertujuan untuk menciptakan generasi bebas asap rokok di Inggris. RUU ini akan berlaku setelah menerima persetujuan kerajaan, yang secara efektif menutup akses legal terhadap produk tembakau bagi kelompok usia yang ditargetkan.
Generasi Bebas Rokok
Pemerintah Inggris mengklaim kebijakan ini merupakan upaya progresif untuk meningkatkan kesehatan publik dan mengurangi beban penyakit yang dapat dicegah. RUU tersebut tidak hanya membatasi penjualan tembakau, tetapi juga memberikan kewenangan baru kepada pemerintah untuk mengatur produk tembakau, rokok elektrik, dan produk nikotin lainnya, termasuk aspek rasa dan kemasan.
Merokok masih tercatat sebagai penyebab utama kematian, kecacatan, dan penyakit yang dapat dicegah di Inggris. Untuk itu, aturan baru ini juga akan memperluas kawasan bebas rokok. Penggunaan vape kini dilarang di area seperti mobil yang membawa anak, taman bermain, area luar sekolah, dan rumah sakit. Namun, penggunaan vape tetap diizinkan di luar rumah sakit, serta di area seperti taman pub, pantai, dan ruang terbuka luas. Aktivitas merokok dan vape di rumah masih diperbolehkan.
Menteri Kesehatan Inggris, Wes Streeting, menyambut baik pengesahan RUU ini. “Pencegahan lebih baik daripada pengobatan – reformasi ini akan menyelamatkan nyawa, mengurangi tekanan pada NHS, dan membangun Inggris yang lebih sehat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Menteri Kesehatan di House of Lords, Baroness Merron, menekankan signifikansi kebijakan ini. “Ini, pada kenyataannya, adalah intervensi kesehatan masyarakat terbesar dalam satu generasi dan saya dapat meyakinkan semua anggota House of Lords bahwa ini akan menyelamatkan nyawa,” tegasnya.
Kritik dan Dukungan
Meskipun mendapat dukungan luas dari kalangan kesehatan, RUU ini tidak luput dari kritik. Lord Naseby, seorang anggota parlemen, menyuarakan kekhawatiran mengenai dampak kebijakan ini terhadap pelaku usaha. “Yang benar-benar kita butuhkan adalah pemahaman yang tepat tentang bagaimana kita mendidik orang untuk tidak mulai merokok,” katanya.
Menanggapi kritik tersebut, Baroness Merron menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap bekerja sama dengan para pelaku usaha. “Secara keseluruhan saya dapat meyakinkan Lord Naseby, seperti yang telah saya lakukan pada beberapa kesempatan, tentang betapa eratnya kami bekerja sama dengan para pengecer, dan kami akan terus melakukannya,” jelasnya.
Dari sisi kelompok kesehatan, Sarah Sleet dari Asthma and Lung UK menyambut baik pengesahan RUU ini sebagai peluang besar untuk perbaikan kesehatan publik. “Sekarang setelah RUU yang inovatif ini akhirnya disahkan, kita memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh untuk melindungi kesehatan masyarakat dan meminta pertanggungjawaban industri tembakau,” katanya.
Sleet juga mendorong adanya perluasan layanan berhenti merokok yang dinilai belum merata di berbagai wilayah. “Saat ini kita memiliki lotere kode pos, itulah sebabnya industri tembakau harus membayar melalui pungutan untuk mengurangi kerusakan yang mereka sebabkan dengan mendanai layanan penting ini di seluruh Inggris,” ujarnya.






