Money

Korsel, China, dan Jepang Investasi ke Indonesia, Rosan: Target dapat Dicapai

Advertisement

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan optimistis terhadap target realisasi investasi pada periode 2025-2029 yang dipatok sebesar Rp 13.000 triliun, seiring dengan masuknya investasi besar dari Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.

Jepang menjadi investor terbesar dengan komitmen modal mencapai hampir 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 514 triliun. Diikuti oleh Korea Selatan dengan investasi sebesar 10 miliar dollar AS (Rp 171 triliun), sementara Tiongkok terus menunjukkan konsistensi dalam menanamkan modalnya ke Indonesia.

“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” jelas Rosan, dikutip dari Kontan, Selasa (21/4/2026).

Rosan menambahkan, meskipun kondisi global tengah bergejolak, minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia tetap tinggi. Pelaku usaha global dinilai memandang optimis prospek investasi di Indonesia di masa depan.

“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” tegasnya.

Pemerintah berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan gejolak dunia segera mereda.

Upaya Penarikan Investor Asing

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk membentuk Pusat Finansial Khusus atau special financial center guna menarik lebih banyak investor asing.

Advertisement

Langkah ini diambil sebagai upaya meyakinkan investor global bahwa Indonesia merupakan negara yang aman dan ramah investasi.

“Rencana kita mau bikin Special Financial Center. Kita lagi cari tempat,” kata Prabowo, Rabu (8/4/2026).

Pemerintah melihat adanya peluang pasar seiring dengan keengganan sebagian investor untuk menanamkan modal di Timur Tengah yang dinilai rentan terhadap konflik.

Investor-investor tersebut rencananya akan diarahkan untuk berinvestasi di Indonesia dengan syarat utama adalah terjaminnya stabilitas kawasan.

“Ternyata, sekarang uang-uang yang di Timur Tengah, dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati,” bebernya.

Presiden Prabowo menginstruksikan jajaran yang bertanggung jawab untuk bekerja lebih teliti dan keras dalam upaya mempercepat pencapaian program prioritas pemerintah, termasuk dalam menarik investasi.

Advertisement