AMBON, KOMPAS.com – Kapal Motor (KM) Expres Bahari 9B yang melayani rute Pelabuhan Haria-Tulehu Ambon mengalami kebakaran hebat saat berlabuh di Dermaga Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Selasa malam (21/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Kapal cepat tersebut hangus terbakar dalam waktu singkat setelah alat penerangan di dalamnya tiba-tiba padam.
Kapten Kapal, Rusli Rumalean, menuturkan bahwa insiden bermula saat ia sedang beristirahat di ruang VIP kapal. “Tiba-tiba lampu padam dan saya melihat asap pekat dari buritan kapal hingga masuk ke ruang VIP,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
Rusli segera bergerak menuju kamar mesin untuk memeriksa sumber masalah. Namun, setibanya di sana, ia disambut kepulan asap tebal yang memenuhi ruangan. “Sampai di kamar mesin asap sudah tebal. Saya lalu mengambil APAR (alat pemadam api ringan) untuk memadamkan api tetapi tidak bisa dipadamkan, dan karena saya sudah susah bernapas saya langsung keluar ke pelabuhan dan meminta tolong,” ungkapnya.
Sementara itu, Adri Lumonon, salah seorang masinis kapal, mengaku beberapa saat sebelum kebakaran terjadi, ia tengah menghidupkan mesin sebelah kiri sebagai persiapan keberangkatan kapal ke Pelabuhan Tulehu keesokan harinya. “Setelah mesin hidup, saya naik ke ruang C untuk mengecek ponsel yang sedang saya cas. Tetapi tiba-tiba lampu padam dan saya lihat ada ABK lari ke kamar mesin lalu saya ikut,” tuturnya.
Adri menambahkan bahwa ia dan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) lainnya sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam. Namun, api terus membesar dan merembet ke bagian kapal lainnya. “Kami ambil alat pemadam dan semprot tetapi asap tebal membuat kami kesulitan dan akhirnya keluar meminta pertolongan,” katanya.
Penyebab Masih Diselidiki, Kerugian Ratusan Juta
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran kapal tersebut belum diketahui. Dugaan sementara menyebutkan api berasal dari kamar mesin.
Kepala Seksi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Janete Luhukay, membenarkan insiden kebakaran tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. “Betul kejadiannya tadi malam sekitar Pukul 21.30 WIT. Tetapi tidak ada korban dalam kejadian itu,” katanya.
Ipda Janete Luhukay menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp 900 juta.






