Megapolitan

Kronologi Bentrokan Matel dan Warga di Cakung Jaktim, Dipicu Penarikan Motor

Advertisement

Bentrokan antara mata elang (matel) dan warga pecah di Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026) sore. Peristiwa yang dipicu oleh upaya penarikan sepeda motor oleh matel ini sempat membuat aparat kepolisian bekerja keras untuk meredam massa.

Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra menjelaskan kronologi singkat kejadian tersebut. Menurutnya, bentrokan bermula ketika sekelompok matel mencoba menarik sepeda motor milik seorang warga. Tindakan tersebut memicu kemarahan warga yang tidak terima dan kemudian mengumpulkan teman-temannya untuk menyerang kantor matel yang berlokasi di wilayah Cakung.

“Tadi ada warga, cuma bukan warga Cakung ya, ditarik lah motornya sama matel, mungkin warga itu kesal terus ngumpulin teman-temannya (menyerang kantor). Kebetulan kantor matel itu di wilayah kita, yang tempat tadi itu,” ujar Andre saat dikonfirmasi, Selasa.

Meskipun demikian, Andre belum dapat memastikan lokasi pasti penarikan sepeda motor yang menjadi pemicu awal kericuhan. Ia memastikan bahwa petugas kepolisian segera bertindak untuk menghalau massa dan mengamankan situasi agar tidak menimbulkan korban.

“Kita menghalau langsung ngamanin biar enggak ada korban. Tadi katanya mau buat laporan di Polres tadi, pihak kantor (matel) itu,” jelasnya.

Andre menegaskan bahwa situasi di lokasi kejadian kini telah kondusif. Aparat kepolisian masih berjaga di area tersebut sebagai langkah antisipasi terjadinya bentrokan susulan. Ia juga kembali menekankan bahwa pelaku bentrokan bukan berasal dari warga Cakung.

Advertisement

“Sudah kondusif, anggota stand by tapi sudah aman kok, Insyaallah sudah aman. Sudah dikumpulin tadi sore, sudah dikumpulin semua kok. Bukan warga Cakung juga kok pelakunya,” ujar Andre.

Sebelumnya, rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah polisi berusaha menghalau massa yang terlibat dalam bentrokan. Dalam video tersebut, tampak petugas kepolisian menggunakan pelontar gas air mata sambil meminta massa untuk mundur dan menjauhi lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan pada unggahan akun Instagram @warungjurnalis, bentrokan tersebut diduga dipicu oleh upaya penagihan lapangan motor oleh matel. Kelompok penagih dilaporkan sempat berusaha merampas motor milik warga, namun perlawanan dari warga memicu kericuhan lebih lanjut.

“Gesekan diduga dipicu oleh penagihan lapangan motor. Kelompok penagih sempat berusaha merampas motor milik warga, namun warga melawan dan tidak terima, sehingga,” tulis keterangan akun Instagram @warungjurnalis.

Advertisement