JAKARTA, Kompas.com – Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, telah menyiapkan fasilitas kamar yang menyerupai hotel untuk menyambut kedatangan kloter pertama jemaah haji pada Selasa (21/4/2026). Petugas resepsionis tampak sudah bersiaga di salah satu gedung asrama, menandakan kesiapan penerimaan jemaah.
Kamar-kamar calon jemaah haji dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai. Setiap kamar memiliki lima tempat tidur, lengkap dengan selimut dan bantal. Selain itu, tersedia pula kulkas mini, televisi, lemari pakaian, serta handuk yang telah disiapkan di atas meja.
Keberadaan dua kamar mandi di dalam setiap kamar memberikan kenyamanan tambahan bagi jemaah. Pilihan antara kloset duduk dan kloset jongkok tersedia, serta dilengkapi dengan shower untuk kemudahan mandi.
Untuk memastikan kenyamanan selama menginap, setiap kamar juga dilengkapi dengan pendingin ruangan yang terasa dingin saat dimasuki, serta pengharum ruangan.
Fasilitas Standar dan Penempatan Khusus
Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, menegaskan bahwa seluruh fasilitas kamar untuk jemaah haji akan diseragamkan. “Kita maksimalkan dengan standar yang sama, jadi membawa keadilan bagi para semua jemaah,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (20/4/2026).
Ali menambahkan bahwa ada perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. “Untuk lansia di gedung itu kita siapkan juga khusus, untuk lansia perempuan dan disabilitas saya tempatkan di lantai satu semua,” jelasnya.
Fokus utama penyelenggaraan ibadah haji di asrama ini mencakup seluruh aspek, mulai dari kamar, ruang kedatangan, ruang keberangkatan, hingga fasilitas air dan listrik yang semuanya dikhususkan bagi para jemaah.
Proses Kedatangan dan Registrasi
Kloter pertama jemaah haji dijadwalkan tiba pada Selasa pagi. “Jemaah besok pagi jam 6 kumpul di sini di ruang Serbaguna 2 untuk melakukan registrasi terkait berbagai hal yang dibutuhkan kelengkapan dokumen jemaah serta pengumpulan koper jemaah yang akan nantinya dibawa ke bandara oleh mobil yang berbeda,” papar Ali.
Setibanya di asrama, calon jemaah haji akan menjalani serangkaian pemeriksaan. Proses ini meliputi pengecekan kesehatan, verifikasi paspor, hingga aktivasi Nusuk, yang merupakan identitas digital dan fisik resmi yang diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.






