Money

Mensos Tunggu Arahan Presiden Tambah Jumlah Penerima Bansos

Advertisement

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan siap menambah jumlah penerima bantuan sosial (bansos) jika Presiden memberikan arahan untuk mempertebal program tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos telah menyiapkan berbagai skema untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut.

“Belajar dari tahun lalu, ada kebijakan Presiden untuk penebalan bansos di pertengahan tahun dan penambahan jumlah penerima manfaat. Tahun ini kita juga siap jika ada kebijakan serupa,” ujar Gus Ipul, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Rencana penambahan jumlah penerima bansos ini masih dalam tahap pembahasan dan akan dilanjutkan di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Selain itu, Gus Ipul juga menyinggung pentingnya digitalisasi bansos demi mewujudkan penyaluran yang tepat sasaran melalui integrasi data yang diperbarui secara berkala.

Digitalisasi bansos merupakan bagian dari mandat Presiden kepada Kemensos agar program bantuan sosial benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan. “Digitalisasi bansos itu bagian dari bansos tepat sasaran. Ini mandat Presiden kepada kami, termasuk konsolidasi data, bansos tepat sasaran, dan juga sekolah rakyat,” jelasnya.

Penyaluran Bansos Triwulan Kedua Capai 18 Juta Penerima

Sebelumnya, Gus Ipul mengonfirmasi bahwa penyaluran bansos untuk triwulan kedua tahun 2026 telah dicairkan pada bulan April 2026. Program ini menjangkau lebih dari 18 juta penerima manfaat.

“Untuk triwulan kedua, April, Mei, Juni, ada alokasi lebih dari 18 juta penerima manfaat,” terang Gus Ipul pada Sabtu (18/4/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan bahwa data penerima bansos bersifat dinamis dan selalu mengalami pembaruan untuk memastikan status kelayakan penerima bantuan. Perubahan data ini meliputi berbagai faktor seperti perpindahan tempat tinggal, status pernikahan, peningkatan status sosial ekonomi, hingga kematian.

“Kenapa selalu berubah? Karena data itu dinamis. Ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah tempat, ada yang menikah, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas. Jadi datanya menyesuaikan kondisi objektif di lapangan,” jelasnya.

Pengelolaan data bansos ini dipercayakan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) dengan tujuan meningkatkan akurasi penyaluran dibandingkan periode sebelumnya. Gus Ipul meyakini proses ini akan semakin akurat dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun, sejalan dengan arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

“Dengan begitu saya yakin, kalau semua terlibat dan dikelola secara profesional oleh BPS, data ini dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun akan semakin akurat, menyesuaikan dengan arahan Bapak Presiden melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Jadi tidak mungkin statis, memang harus dinamis. Kita mengantisipasinya dengan pemutakhiran,” tegasnya.

Menteri Sosial menegaskan bahwa arahan khusus dari Presiden adalah memastikan bansos tersalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Advertisement