Regional

Abaikan Peringatan Penjaga, Pemuda Asal Lahat Tewas Tenggelam di Air Terjun Cughup Mangkok

Advertisement

PAGAR ALAM, KOMPAS.com – Seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Hendi, warga Talang Pagar Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di objek wisata Air Terjun Cughup Mangkok, Kota Pagar Alam, pada Rabu (22/4/2026). Insiden tragis ini terjadi ketika korban bersama dua rekannya nekat mandi di lokasi tersebut pada dini hari, mengabaikan peringatan dari penjaga setempat.

Peristiwa nahas ini bermula ketika Hendi bersama dua temannya, Rekel (17) dan Heriadi (34), tiba di kawasan air terjun sekitar pukul 03.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka sempat menemui penjaga air terjun untuk meminjam senter.

Saat itu, penjaga air terjun telah memberikan peringatan keras agar mereka tidak turun ke air mengingat kondisi waktu yang masih dini hari dan potensi bahaya. Namun, peringatan tersebut tampaknya tidak diindahkan. Begitu tiba di tepi air, korban langsung menceburkan diri untuk mandi.

“Setelah masuk ke air, korban langsung tenggelam dan hilang,” ujar petugas BPBD Kota Pagar Alam, Kusmanto, berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian. Rekan korban, Rekel, sempat berupaya memberikan pertolongan dengan ikut masuk ke dalam air. Namun, usahanya urung dilakukan karena ia merasakan tarikan kuat dari dasar air yang membahayakan nyawanya.

Proses Evakuasi Tim Gabungan BPBD

Laporan mengenai adanya orang tenggelam diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam sekitar pukul 04.54 WIB. Tim reaksi cepat segera diterjunkan ke lokasi untuk memulai pencarian.

Advertisement

Kasubbid Logistik BPBD Pagar Alam, Panca Putra, menjelaskan bahwa dua regu tim tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Untuk mempermudah proses pencarian di dasar curug, petugas mengambil langkah teknis dengan mengatur aliran air.

“Tim langsung melakukan tindakan cepat, termasuk membuka pintu air untuk mengurangi debit air guna memudahkan pencarian,” kata Panca Putra. Setelah melakukan pencarian intensif selama kurang lebih 15 menit, korban akhirnya ditemukan di dasar air sekitar pukul 07.30 WIB.

Sayangnya, saat berhasil dievakuasi ke darat, pemuda asal Lahat tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Besemah Pagar Alam untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Atas kejadian ini, pihak berwenang mengimbau agar wisatawan maupun warga lokal selalu mematuhi aturan di tempat wisata. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan wisata air pada waktu-waktu berisiko, seperti dini hari atau saat cuaca buruk, karena arus deras dan kedalaman air yang sering kali tidak terduga.

Advertisement