TANGERANG, Indonesia — Sebuah sepeda motor Suzuki Thunder dilaporkan terbakar hebat tak lama setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mencong, Ciledug, Kota Tangerang, pada Senin (20/4/2026) siang. Insiden yang membuat warga panik ini diduga dipicu oleh tangki bahan bakar yang terisi melebihi kapasitas.
Menurut saksi mata, Agung, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia melihat pengendara motor tersebut keluar dari area SPBU setelah selesai mengisi BBM.
“Saya lihat dia entah pemilik motornya atau bukan, keluar dari SPBU,” ujar Agung saat ditemui di lokasi kejadian.
Tak berselang lama, saat mesin motor dinyalakan, tiba-tiba muncul percikan api yang dengan cepat membesar. Api diduga menyambar sisa bahan bakar yang tumpah akibat tangki yang terlalu penuh.
“Mungkin di sana sudah dihidupkan, terus ada percikan. Saya lihat kok ada api, tahunya motor di depan sini sudah terbakar,” kata Agung. “Jadi pas ada percikan langsung nyambar. Apinya langsung gede.”
Motor yang terbakar sempat berhenti di depan sebuah warung milik warga. Pengendara motor tersebut diduga melarikan diri saat api mulai membesar, meninggalkan kendaraannya dalam kondisi distandar dua.
“Saya enggak lihat langsung kaburnya, tapi orangnya enggak ada. Motornya saja yang ditinggal. Posisi motornya sudah distandar dua,” jelasnya.
Kobaran api yang cukup besar sempat membuat warga sekitar panik dan tidak berani mendekat. Namun, beberapa warga bersama petugas SPBU berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air.
“Ada yang ambil air dari ember terus disiram. Baru mulai padam setelah kena semua,” tutur Agung.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi ledakan di area SPBU.
Agung juga menyoroti maraknya praktik pengisian BBM dalam jumlah besar pada sepeda motor jenis Suzuki Thunder di lingkungan SPBU tersebut, yang diduga untuk dijual kembali.
“Motor-motor begitu itu yang suka isi bensin buat dijual lagi karena kapasitas tangkinya yang banyak banget. Harusnya ada kebijakan atau pembatasan, karena ini bahaya dan mengganggu,” harapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Kompas.com masih berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita dan Kanit Reskrim Polsek Ciledug IPTU Montana.






