Bola

Nicky Butt Benarkan Keputusan Man United Jual Garnacho ke Chelsea

Advertisement

Nicky Butt, mantan kepala pengembangan pemain muda Manchester United, membenarkan keputusan klub melepas Alejandro Garnacho ke Chelsea pada bursa transfer musim panas 2026. Butt menilai sikap Garnacho yang dianggap “drama” saat hengkang dan performanya yang tidak stabil menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

Menurut Butt, Garnacho dinilai terlalu cepat naik ke tim utama dan merasa menjadi megabintang di Manchester United. “Dia menandatangani kontrak saat berusia 16 tahun,” ujar Butt dilansir dari Goal.

Garnacho Terlalu Cepat Jadi Superstar

Butt, yang saat itu menjabat sebagai manajer akademi, mengungkapkan bahwa Garnacho selalu memiliki pandangan tinggi terhadap dirinya sendiri. “Saya pikir dia memiliki keunggulan tersendiri. Dan ketika dia masuk ke tim utama, saya hanya akan mengatakan apa yang saya pikirkan karena saya ada di sana, dia terlalu cepat melampaui batas kemampuannya,” tegas Butt.

Ia menambahkan, “Dia terlalu cepat mendapatkan status superstar. Dan itu bukan mantan pemain yang mengatakan mereka dibayar terlalu banyak, saya harap pemain muda dibayar jutaan, tetapi dia terlalu cepat mendapatkan status superstar dan dia jelas mencetak gol tendangan salto yang fenomenal.”

Keputusan Manchester United menjual Garnacho dinilai tepat oleh Butt, mengingat sikap sang pemain yang dinilai bermasalah dan kerap tidak menghormati rekan setimnya. Butt kemudian membandingkan Garnacho dengan Anthony Elanga, pemain jebolan akademi yang juga telah dijual ke Nottingham Forest.

Advertisement

Garnacho Merasa Lebih Besar dari Manchester United

Butt berpendapat bahwa Garnacho, yang dijual ke Chelsea pada usia 21 tahun, sudah merasa lebih besar dari klub. “Anda tidak bisa sombong dan berpikir Anda lebih hebat dari Manchester United,” katanya.

“Dalam sebuah wawancara baru-baru ini yang saya tonton, dia berkata, ‘Saya pikir saya seharusnya bermain di setiap pertandingan’. Saya berpikir, pertama, Anda bahkan tidak sebagus itu, dan kedua, Anda masih muda, bersikaplah rendah hati,” lanjut Butt.

Ia memuji ketahanan mental Garnacho, namun membandingkannya dengan Elanga. “Kami memiliki seorang pemain bernama Anthony Elanga, saya pikir dia lebih baik, jika dia menyerang bek kanan dan kalah dalam tiga percobaan pertama, dia tidak akan melakukannya lagi. Dia tidak ingin kehilangan bola. Dia berbeda sekarang. Garnacho memiliki mentalitas untuk terus maju, itu adalah kekuatan terbesarnya dan itulah mengapa sesekali dia akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia memiliki kepercayaan diri yang besar,” imbuh Butt.

Alejandro Garnacho baru-baru ini diturunkan Chelsea menghadapi mantan klubnya, Manchester United, dalam laga pekan ke-33 Liga Inggris pada Minggu (19/4/2026). Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Manchester United 1-0, Garnacho masuk menggantikan Estevao di menit ke-17. Namun, ia justru dianggap menjadi salah satu penyebab kekalahan Chelsea setelah gagal menghentikan aksi Bruno Fernandes yang berujung pada gol Matheus Cunha.

Advertisement