Memasang wallpaper di plafon rumah dapat memberikan sentuhan estetika yang berbeda, bahkan mampu menutupi permukaan yang retak atau tidak rata. Namun, proses ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan pemasangan di dinding, terutama terkait melawan gravitasi.
Bagi Anda yang ingin mencoba melapisi plafon dengan wallpaper, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik. Disarankan untuk memulai dengan motif polos jika belum terbiasa, sebelum beralih ke pola yang lebih rumit. Panduan ini merangkum langkah-langkah pemasangan wallpaper di plafon, mengutip dari Homes & Gardens.
Persiapan Alat dan Bahan
Tantangan utama dalam pemasangan wallpaper plafon adalah melawan gaya gravitasi. Sangat disarankan untuk melakukannya bersama pasangan atau rekan kerja agar proses penempelan lebih mudah dan aman.
Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
- Wallpaper dan lem khusus
- Kuas lem dan alat perata (smoothing tool)
- Rol sambungan (seam roller)
- Tangga lipat atau perancah (scaffolding)
- Meteran, gunting tajam, dan pensil
- Ember, spons, dan kain lembap
- Alas pelindung lantai (dust sheets)
Langkah-Langkah Pengerjaan
1. Persiapan Area Langit-Langit
Langkah awal adalah memastikan kebersihan dan kehalusan permukaan plafon. Gelar alas pelindung lantai untuk menghindari tetesan lem mengotori ruangan. Tutup lubang atau retakan pada plafon dengan dempul, lalu bersihkan noda yang ada.
Untuk hasil yang optimal, oleskan cairan size (lem wallpaper yang diencerkan) pada plafon. Cairan ini berfungsi meningkatkan daya rekat wallpaper. Biarkan hingga kering sebelum melanjutkan.
2. Membuat Garis Panduan
Menentukan titik awal pemasangan sangat krusial untuk memastikan hasil akhir tidak miring. Umumnya, pemasangan dimulai dari sisi jendela dan bergerak menjauh.
James Greenwood, spesialis wallpaper dari Graham & Brown, menyarankan, “Jika ruangan tidak berbentuk persegi sempurna, pilihlah sisi terpanjang sebagai titik awal.” Ia menambahkan bahwa untuk wallpaper bermotif, sebaiknya posisikan pola tepat di tengah plafon agar terlihat simetris. Gunakan tali kapur atau pensil untuk menandai garis lurus sebagai panduan.
3. Proses Penempelan
Potong wallpaper dengan melebihkan sekitar 5 cm di setiap ujungnya. Setelah diolesi lem, lipat kertas dengan teknik akordeon (lipat bolak-balik) agar tidak lecek.
“Jika bekerja sendiri, gunakan tabung karton atau sisa gulungan untuk menahan beban kertas saat kamu menempelnya,” saran James. Jika ada rekan yang membantu, mereka bisa menahan lipatan kertas menggunakan gagang sapu yang dibalik.
Tempelkan ujung kertas sesuai garis panduan. Ratakan menggunakan kuas khusus untuk membuang gelembung udara. Setelah tertempel sempurna, potong kelebihan kertas di bagian pinggir yang berbatasan dengan dinding.
4. Menangani Area Lampu
Pastikan aliran listrik dimatikan sebelum memulai pengerjaan di area lampu. Jika terdapat dudukan lampu, tempelkan kertas melewati area tersebut. Kemudian, buat potongan kecil berbentuk silang tepat di titik tengah kabel.
“Untuk ornamen plafon (ceiling rose) yang lebih besar, buat sayatan kecil dari pusat ornamen ke arah luar, lalu tekan kertas perlahan di sekelilingnya sebelum memotong sisa kertas yang berlebih,” kata James.
5. Opsi Wallpaper Peel-and-Stick
Bagi pemula, wallpaper jenis peel-and-stick (stiker) atau paste-the-wall bisa menjadi pilihan yang lebih mudah karena posisinya dapat dikoreksi. Namun, pastikan permukaan plafon sudah disiapkan sesuai instruksi produk. Terkadang, diperlukan lapisan cat gloss atau satin agar stiker menempel sempurna.






