Berlin – Pemerintah Jerman dikabarkan bersiap mengirimkan tiga kapal, termasuk dua kapal penyapu ranjau dan satu kapal logistik, untuk bergabung dalam misi internasional pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Rencana ini muncul setelah adanya pembahasan dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Jerman yang dipimpin oleh Kanselir Friedrich Merz pada Selasa (21/4/2026).
Menurut laporan Majalah Der Spiegel, pertemuan tersebut tidak hanya membahas pengerahan kapal, tetapi juga berbagai isu strategis lainnya, termasuk dinamika politik dan ekonomi global serta situasi terkini di kawasan Timur Tengah.
Partisipasi Jerman dalam misi pengamanan Selat Hormuz ini sangat bergantung pada adanya mandat internasional yang kuat sebagai dasar hukumnya. Sebagaimana diberitakan Antara pada Rabu (22/4/2026), Jerman berharap mandat tersebut dapat berasal dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk memastikan legitimasi global atas keterlibatan mereka.
Selain pengerahan armada laut, Jerman juga mengusulkan penggunaan pesawat pengintai berukuran kecil untuk memperkuat upaya pemantauan di kawasan tersebut. Pesawat-pesawat ini saat ini dilaporkan ditempatkan di Djibouti sebagai bagian dari Operasi Aspides.
Konteks Geopolitik yang Meningkat
Penguatan kehadiran militer di Selat Hormuz ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. Situasi keamanan di jalur pelayaran vital ini kembali menjadi sorotan utama komunitas internasional.
Perhatian terhadap Selat Hormuz semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal April 2026 mempertimbangkan secara serius kemungkinan penarikan negaranya dari NATO. Keputusan tersebut, menurut laporan, dipicu oleh penolakan sejumlah anggota aliansi untuk memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang melibatkan Iran.
Trump bahkan secara terbuka menyatakan penilaiannya bahwa negara-negara Eropa tidak lagi dapat diandalkan sebagai mitra pertahanan. Penilaian ini disampaikan setelah negara-negara Eropa menolak permintaan AS untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
[video.1]





