Kementerian Sosial (Kemensos) berencana mewajibkan seluruh pegawainya untuk beralih ke moda transportasi umum, kendaraan listrik, atau sepeda setiap hari Kamis, sebagai bagian dari program hemat energi yang akan mulai diterapkan pada Mei 2026. Langkah ini merupakan inisiatif Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, untuk mendorong efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan menumbuhkan gaya hidup yang lebih sehat di kalangan aparatur sipil negara.
“Setiap hari Kamis, seluruh pegawai Kementerian Sosial diharapkan tidak menggunakan kendaraan konvensional. Kami mendorong penggunaan kendaraan umum, mobil listrik, motor listrik, atau bersepeda,” ujar Gus Ipul saat ditemui di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya Kemensos dalam mengukur efektivitas penghematan energi melalui skema kerja dari rumah (work from home/WFH) yang telah diterapkan setiap hari Jumat.
“Ini masih tahap awal. Kami mencoba mengukur penghematan yang bisa dicapai, termasuk saat penerapan WFH,” jelasnya.
Uji Coba Menunjukkan Tren Penghematan Signifikan
Gus Ipul memaparkan bahwa uji coba yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 April dan 17 April 2026 menunjukkan adanya tren penghematan yang cukup berarti. Ia merinci, penghematan dari sisi konsumsi BBM saja sudah mencapai angka yang signifikan.
“Kalau kita lihat trennya, penghematan dari BBM saja hampir mencapai Rp100 juta. Belum termasuk potensi penghematan dari listrik dan penggunaan air. Kalau itu bisa ditekan, tentu angkanya akan lebih besar,” ungkap Gus Ipul.
Kebijakan Wajib demi Efisiensi dan Kesehatan
Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa kebijakan hemat energi ini akan diberlakukan secara wajib bagi seluruh pegawai Kemensos. Pilihan transportasi yang disediakan bersifat fleksibel, mulai dari angkutan umum hingga kendaraan ramah lingkungan seperti mobil dan motor listrik, serta sepeda.
“Ini akan diwajibkan untuk semua. Pilihannya menggunakan kendaraan umum, mobil listrik, motor listrik, atau sepeda,” tegasnya.
Pemerintah melalui Kemensos berharap inisiatif ini tidak hanya berhasil menekan anggaran belanja negara melalui efisiensi energi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan para pegawai melalui aktivitas fisik yang lebih banyak.






