Tren

Pertamina Masih Evaluasi Harga Pertamax dan Pertamax Green, Berpotensi Naik?

Advertisement

Kabar mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green 95, beredar luas di media sosial. Unggahan yang memperlihatkan perkiraan harga jual eceran untuk April 2026 menampilkan lonjakan signifikan pada berbagai jenis BBM.

Dalam tabel yang beredar, harga Pertamax diprediksi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter, atau meningkat Rp 5.550. Pertamax Green 95 diperkirakan naik Rp 6.250 menjadi Rp 19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo bisa mencapai Rp 19.450 per liter, naik Rp 6.350. Untuk jenis solar, Pertamina Dex dan Dexlite sama-sama diprediksi naik Rp 9.450 per liter, masing-masing menjadi Rp 23.950 dan Rp 23.650.

Unggahan tersebut disertai narasi yang mengklaim informasi tersebut sebagai “bocoran” yang sebelumnya sempat dianggap hoaks. “Ternyata benar bocoran yang muncul pas awal bulan yang dibilang hoax itu. Cuma di-delay saja dikeluarkannya,” demikian keterangan yang diunggah ulang oleh akun X @Lam pada 20 April 2026.

Pertamina Masih Evaluasi Penyesuaian Harga

Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap evaluasi terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Green.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, membenarkan adanya proses evaluasi tersebut. “Masih dalam tahap evaluasi,” ujarnya kepada Kompas.com pada Selasa, 21 April 2026.

Advertisement

Ketika ditanya mengenai kepastian kenaikan harga kedua jenis BBM tersebut, Roberth belum bisa memberikan jawaban pasti. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. “Ini masih menunggu hasil evaluasi dan koordinasi,” tambahnya.

Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Sebelumnya

Sebelumnya, Pertamina telah resmi menaikkan harga beberapa BBM non-subsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang berlaku mulai Sabtu, 18 April 2026. Penyesuaian harga ini diklaim telah sesuai dengan regulasi yang berlaku dan melalui proses koordinasi dengan pemangku kepentingan.

Roberth menjelaskan, kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Berdasarkan aturan tersebut, per 18 April 2026, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Dexlite naik dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex naik dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Saat ini, harga Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green di Rp 12.900 per liter. Harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite yang dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter, juga belum mengalami perubahan.

Advertisement