Regional

Usai Gempa M 5,7 di Timor Tengah Utara, Bupati Sebut Tak Ada Kerusakan maupun Korban

Advertisement

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (21/4/2026) lalu. Meskipun dirasakan cukup kuat oleh warga hingga berlangsung selama sekitar satu menit, otoritas setempat memastikan tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengonfirmasi situasi ini pada Rabu (22/4/2026). “Tidak ada laporan kerusakan rumah atau bangunan,” ujar Bupati Falentinus, seperti dilansir dari Antara. Ia menambahkan, meskipun banyak warga yang sempat berhamburan keluar rumah karena panik, situasi berangsur normal tanpa adanya korban jiwa maupun kerusakan.

Analisis BMKG: Dipicu Aktivitas Tumbukan Lempeng

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal. Aktivitas zona tumbukan lempeng diidentifikasi sebagai pemicu utama gempa yang tidak berpotensi menimbulkan tsunami ini.

Awalnya, BMKG melaporkan kekuatan gempa sebesar magnitudo 6,0. Namun, setelah dilakukan analisis pemutakhiran, parameter final ditetapkan dengan magnitudo 5,7.

Advertisement

Episenter gempa berlokasi di laut, tepatnya pada koordinat 9,22 derajat Lintang Selatan dan 124,16 derajat Bujur Timur. Jarak episenter ini adalah 54 kilometer arah barat laut dari Timor Tengah Utara. Kedalaman hiposenter gempa tercatat mencapai 60 kilometer.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, S.T, Dipl.Seis, M.Sc, menjelaskan lebih lanjut mengenai penyebab gempa ini. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas pada zona tumbukan Lempeng Indo-Australia,” ungkap Rahmat Triyono dalam keterangan resminya pada Selasa (21/4/2026).

Advertisement