MAJALENGKA, Kompas.com – Kondisi bangunan SDN 2 Gandawesi di Kabupaten Majalengka yang sempat viral di media sosial karena tampak kusam dan membutuhkan perbaikan, dipastikan akan segera direvitalisasi. Sekolah tersebut resmi masuk dalam program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026.
Kepastian ini disampaikan menyusul kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, ke Majalengka pada Selasa, 21 April 2026. Sebelumnya, foto-foto yang menunjukkan dinding sekolah yang dipenuhi coretan vandalisme dengan cat memudar, menjadi sorotan publik, terutama saat dibandingkan dengan fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terlihat lebih baru.
Respons Cepat Pemerintah untuk Revitalisasi
Situasi yang menjadi viral tersebut rupanya mendorong respons cepat dari pemerintah. SDN 2 Gandawesi kini masuk dalam daftar prioritas revitalisasi nasional. “Pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 71.000 sekolah rusak berat sepanjang 2026,” ujar Fajar Riza Ul Haq.
Menurut Fajar, masuknya SDN 2 Gandawesi ke dalam program revitalisasi menjadi bukti adanya respons konkret pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pendidikan, terutama di daerah yang mungkin kurang mendapat perhatian. Ia menekankan bahwa perbaikan tidak hanya terbatas pada bangunan fisik, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas penunjang pembelajaran.
“Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional di bawah pemerintahan Prabowo Subianto yang menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan,”
Fajar menambahkan, pemerintah pusat juga berencana mendistribusikan teknologi pendidikan, seperti papan tulis digital interaktif, untuk mendukung transformasi proses belajar mengajar.
Langkah Konkret Pemerintah Daerah
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Muhamad Umar Ma’ruf, menegaskan bahwa SDN 2 Gandawesi telah menjadi prioritas utama perbaikan di tahun ini. Pihaknya terus melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi perbaikan.
“Kami juga terus berusaha jemput bola ke pemerintah pusat demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Majalengka agar langkung sae (lebih baik),” ujar Umar. Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut membuahkan hasil dengan diterimanya program revitalisasi sekolah serta bantuan presiden yang akan direalisasikan pada 2026.
“Alhamdulillah kita dapat program revitalisasi sekolah serta bantuan presiden yang dialokasikan tahun 2026. Ini merupakan langkah konkret Bapak Bupati dalam peningkatan sarana pendidikan,” katanya.
Selain SDN 2 Gandawesi, Pemerintah Kabupaten Majalengka juga telah mengusulkan sebanyak 323 sekolah lain untuk mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Tinjauan Kepala Sekolah dan Target Nasional
Kepala SDN 2 Gandawesi, Nina Sophia, mengajak masyarakat untuk melihat kondisi sekolah dengan lebih bijak. Ia menilai perbandingan dengan bangunan di sekitarnya memang membuat kondisi sekolah terlihat lebih kontras.
“Saya ambil sisi positifnya saja. Mungkin karena berdampingan dengan bangunan yang terlihat baru dan bagus, jadi perbandingannya cukup mencolok,” kata Nina. Ia memastikan bahwa proses pengajuan perbaikan telah berjalan lama, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada 9 Maret 2026.
Sebagai tahap awal, Dinas Pendidikan telah melakukan pengukuran terhadap tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan sebelum libur Lebaran. “Sudah ada perhatian dari dinas. Tinggal tindak lanjutnya saja. Saya baru di sini, tapi proses pengajuan sudah berjalan sebelumnya,” ujarnya.
Target Revitalisasi 71.000 Sekolah Rusak Berat
Pemerintah pusat menargetkan revitalisasi besar-besaran terhadap sekitar 71.000 sekolah rusak berat di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Dalam kunjungannya ke Majalengka, Fajar Riza Ul Haq juga meninjau SDN 4 Majalengka, yang merupakan bangunan lama bernilai sejarah dan memerlukan penanganan khusus dalam program revitalisasi.
“Intervensi ini adalah bukti kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan belajar siswa,” kata Fajar.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, termasuk dalam aspek literasi dan numerasi siswa. “Program ini merupakan bagian dari prioritas pembangunan pendidikan nasional di era pemerintahan Prabowo Subianto, dengan harapan mampu meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswa,” tutur Fajar.






