Megapolitan

1.516 Barang Tertinggal di Kereta Selama Awal 2026, Paling Banyak HP dan Tumbler

Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat ribuan barang tertinggal di kereta sepanjang kuartal pertama tahun 2026. Data menunjukkan sebanyak 1.516 barang milik penumpang tidak terbawa saat turun kereta, dengan ponsel dan tumbler menjadi barang yang paling sering terlupakan.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, merinci lima kategori barang yang paling banyak tertinggal. “Ada lima yang paling banyak, ponsel, tumbler, lalu dompet,” ujar Franoto saat dikonfirmasi Kompas.com melalui WhatsApp, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, makanan dan tas, baik yang berisi pakaian maupun laptop, juga termasuk dalam daftar barang yang kerap tertinggal. Perhiasan juga tercatat sebagai salah satu barang berharga yang sering terlupakan oleh penumpang.

Rincian Barang Tertinggal dan Nilai Ekonomisnya

Franoto menjelaskan, dari total 1.516 barang yang tertinggal pada periode Januari hingga Maret 2026, rinciannya terdiri atas 106 item makanan, 977 barang umum, dan 433 barang berharga.

Estimasi nilai seluruh barang penumpang yang tertinggal ini mencapai Rp 1.648.511.500 atau sekitar Rp 1,6 miliar. KAI Daop 1 Jakarta berhasil mengembalikan 914 item barang kepada pemiliknya.

Sementara itu, masih ada 591 item barang lain yang masih dalam proses penanganan. Tingkat penyelesaian pengembalian barang sepanjang kuartal I 2026 tercatat mencapai 61,02 persen.

Prosedur Pelaporan dan Pengambilan Barang

Bagi penumpang yang tidak sengaja meninggalkan barang di kereta, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan beberapa langkah pelaporan. Penumpang diimbau untuk segera melaporkan kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121.

Selain itu, penumpang dapat memanfaatkan layanan Lost and Found yang tersedia di stasiun. Fasilitas ini dirancang untuk membantu pelanggan menemukan kembali barang yang tertinggal, baik di dalam kereta maupun di area stasiun. Seluruh barang temuan akan didata, diberi label, dan dimasukkan ke dalam sistem terintegrasi nasional untuk memudahkan proses pelacakan.

Namun, Franoto menegaskan bahwa KAI tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang akibat kelalaian pelanggan. “Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu menjaga dan memastikan barang bawaannya,” tegasnya.

Advertisement

“Layanan Lost and Found merupakan bentuk komitmen pelayanan KAI, namun tanggung jawab utama tetap berada pada masing-masing pelanggan,” tambah Franoto.

Barang yang tertinggal dapat diambil di sejumlah stasiun, termasuk Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Penumpang wajib menunjukkan identitas resmi serta bukti kepemilikan barang sebelum mengambil.

Ketentuan Khusus untuk Barang Makanan

Untuk barang berupa makanan, KAI menetapkan batas waktu penyimpanan maksimal 1×24 jam. “Apabila tidak diambil dalam kurun waktu tersebut, barang akan dimusnahkan,” tutur Franoto.

Selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat 11 item makanan tertinggal yang telah dimusnahkan karena tidak diambil sesuai ketentuan.

Tren Peningkatan Barang Tertinggal

KAI Daop 1 Jakarta juga mencatat adanya tren peningkatan jumlah barang tertinggal dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 2.864 barang tertinggal, yang kemudian meningkat menjadi 3.888 barang pada tahun 2025.

Peningkatan juga terlihat dari sisi nilai. Barang temuan pada 2024 bernilai Rp 4,43 miliar, naik menjadi Rp 5,69 miliar pada 2025. Hingga Maret 2026, nilai barang tertinggal telah mencapai Rp 1,64 miliar.

Tingkat pengembalian barang di tahun-tahun sebelumnya tercatat tinggi, yaitu 97,28 persen pada 2024 dan 91,36 persen pada 2025. Angka 61,02 persen pada 2026 disebabkan oleh masih banyaknya barang yang dalam proses penanganan.

“Kami kembali mengingatkan pelanggan untuk lebih teliti, terutama saat naik dan turun kereta, serta sebelum meninggalkan tempat duduk, agar tidak ada barang yang tertinggal,” imbau Franoto.

Advertisement