JAKARTA, KOMPAS.com – Sopir angkutan kota (angkot) jurusan Depok-Terminal Kampung Rambutan di Ciracas, Jakarta Timur, diamankan polisi setelah terekam memecahkan kaca mobil seorang pengendara lain. Aksi tersebut dipicu kekesalan sopir angkot karena ditegur saat berkendara melawan arah.
Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial itu terjadi pada Selasa (21/4/2026) di kawasan Kampung Rambutan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sopir angkot yang mengenakan seragam biru putih memukul kaca mobil hingga pecah.
Menurut keterangan yang menyertai video di akun Instagram @jabodetabek24info, insiden bermula ketika angkot bernomor polisi 019 tersebut melakukan putar balik melawan arus di dekat putaran balik SPBU Pertamina arah Taman Mini. Kendaraan tersebut nyaris bertabrakan dengan mobil yang merekam kejadian.
“Saat mendekati putaran balik SPBU Pertamina arah Taman Mini, ada angkutan kota (angkot) yang putar balik tapi lawan arus. Angkot tersebut hampir tertabrak mobil perekam,” tulis keterangan akun tersebut.
Pengemudi mobil yang nyaris tertabrak kemudian menegur sopir angkot. Namun, teguran tersebut justru dibalas dengan kemarahan. Sopir angkot lantas turun dari kendaraannya dan menggedor mobil penegur hingga kaca bagian sampingnya pecah.
Setelah melakukan perusakan, sopir angkot tersebut kembali ke dalam angkotnya. Tak lama kemudian, pengemudi mobil yang dirusak berusaha mengejar dan terjadi adu mulut di tengah jalan.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Amankan Pelaku
Kepala Unit Reskrim Polsek Ciracas, AKP Hotman Capandi, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah video viral itu menjadi perhatian.
“Berdasarkan berita viral tersebut maka Unit Reskrim Polsek Ciracas melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan diduga pelaku sepanjang jalan Supriadi, Kelurahan Susukan, Ciracas,” jelas Hotman saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).
Hotman menambahkan, pelaku yang diduga sopir angkot tersebut kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Motif sementara perusakan adalah emosi.
“Pelakunya sudah diamankan, saksi korban kita akan kabari kemudian. Keterangan pelaku saat pemeriksaan melakukan perusakan karena emosi saja,” tutur Hotman.






