Regional

3 Gereja Dibobol Pencuri, Alat Musik dan Barang Multimedia Raib

Advertisement

UNGARAN, Kompas.com – Rangkaian aksi pencurian yang menyasar sejumlah tempat ibadah di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, setidaknya tiga gereja dilaporkan dibobol maling dengan modus yang sama: menyasar alat musik dan peralatan multimedia.

Kapolsek Getasan Polres Semarang, AKP Agus Pardiyono Marinus, mengonfirmasi adanya tiga lokasi kejadian. “Pencuri membawa sejumlah barang milik gereja, alat musik dan barang elektronik,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

Tiga Gereja Jadi Sasaran

Menurut keterangan Agus, dua gereja yang pertama kali menjadi sasaran adalah GMI Krangkeng di Desa Batur dan GKJTU Banaran di Dusun Banaran, Desa Tajuk. Di kedua lokasi tersebut, komplotan pencuri berhasil membawa kabur seperangkat alat musik.

Gereja ketiga yang mengalami nasib serupa adalah Gereja Protestan di Indonesia (GPI) Wates, yang berlokasi di Desa Sumogawe. “Kerugian alat-alat milik gereja,” jelas Agus mengenai insiden di GPI Wates.

Agus menambahkan, kasus serupa sebenarnya bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. “Sebelum itu, tahun lalu juga terjadi pencurian alat musik di Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI) Philia Pringapus, Desa Sumogawe,” katanya.

Advertisement

Penyelidikan Berlangsung

Menyikapi laporan dari para pengelola gereja, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Getasan, dengan dukungan dari Satreskrim Polres Semarang, telah memulai proses penyelidikan. “Sudah dilaksanakan penyelidikan. Mohon doanya agar kasus ini bisa segera diungkap,” ujar Agus, berharap adanya titik terang dalam penangkapan pelaku.

Keresahan Warga

Di sisi lain, warga Dusun Ngaduman, Desa Tajuk, Purwanto, menyuarakan harapannya agar pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku. “Pencurian terjadi di tiga gereja, kalau tidak segera tertangkap pelakunya, tentu warga menjadi resah,” tuturnya.

Purwanto menambahkan, kejadian ini juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Sebagai warga tentu juga meningkatkan kewaspadaan agar pencuri tidak beraksi di lingkungan kami,” ungkapnya.

Advertisement