AMBON, KOMPAS.com – Menghadapi gejolak pasca penikaman tokoh masyarakat Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, tokoh Maluku, Umar Kei, menyerukan warga Kei di Jakarta untuk menahan diri dan memperkuat tali persaudaraan. Imbauan ini disampaikan menyusul insiden berdarah yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, pada Minggu (19/4/2026).
Umar, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah situasi yang memprihatinkan ini. Ia berharap seluruh masyarakat Kei yang berdomisili di Ibu Kota dapat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya berharap penuh kita semua masyarakat Kei yang ada di Jakarta agar tetap menjaga persaudaraan kita dan kita serahkan semua persoalan kepada proses hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Umar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, insiden penikaman yang merenggut nyawa Nus Kei merupakan sebuah nestapa sekaligus ujian berat bagi persaudaraan masyarakat Kei di manapun mereka berada. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat Kei, terutama yang berada di Jakarta, tetap saling percaya dan menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan melalui tatanan hukum adat Larvul Ngabal.
“Saya berharap kita semua mampu secara sadar dan ikut bertanggung jawab menjaga situasi Kamtibmas di Ibu Kota Jakarta bersama-sama aparat keamanan dan semua pihak yang lain,” tambahnya.
Lebih lanjut, Umar mengingatkan pentingnya mematuhi hukum Larvul Ngabal dan tatanan adat Ain ni Ain, yang dinilai sebagai perekat persaudaraan sesama orang Kei. Ia mengutip pesan leluhur, “Laar i kanimun in Li tal wear,” yang berarti darah lebih kental dari air. Pesan ini diyakini sebagai pengingat akan ikatan kuat yang menembus ruang dan waktu bagi generasi muda serta seluruh masyarakat Kei, baik yang berada di tanah leluhur maupun di perantauan seperti Jakarta.
Sebelumnya, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei diserang dan ditikam oleh orang tak dikenal di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026). Akibat luka tusuk yang serius, korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun dinyatakan meninggal dunia tak lama kemudian. Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan dan dipindahkan dari Maluku Tenggara ke Polda Maluku di Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.





