Regional

385 Tahun Kabupaten Bandung, Akselerasi Ekonomi di Tengah Persoalan Sampah

Advertisement

Pemerintah Kabupaten Bandung merayakan hari jadi ke-385 dengan menyoroti akselerasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur, sembari mengakui tantangan serius dalam pengelolaan sampah dan mitigasi bencana.

Peringatan HUT ke-385 yang dipusatkan di Lapangan Upakarti, Soreang, pada Senin (20/4/2026), digelar secara sederhana. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati atas serangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung belakangan ini.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan bahwa momentum hari jadi ini menjadi ajang evaluasi kinerja birokrasi. Ia memaparkan adanya peningkatan signifikan pada dimensi kualitas hidup masyarakat.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung pada 2025 tercatat naik menjadi 75,58 poin dari sebelumnya 74,59 poin. Hal ini linear dengan laju pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi ke angka 6,32 persen, yang kami harap mampu memicu lahirnya wirausaha baru dan memperluas lapangan kerja,” ujar Dadang dalam amanatnya.

Penguatan Infrastruktur Dasar

Dalam laporan capaiannya, Pemerintah Kabupaten Bandung menitikberatkan pada pemerataan fasilitas publik. Di sektor kesehatan, lima Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru telah rampung dibangun, yaitu RSUD Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira. Pembangunan ini diharapkan dapat memangkas jarak akses layanan kesehatan bagi warga di daerah terpencil.

Sementara itu, di sektor infrastruktur fisik, persentase jalan mantap di Kabupaten Bandung mencapai 65 persen pada tahun 2025. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan konektivitas ini hingga 74 persen pada tahun 2026.

Program bantuan sosial lainnya juga dipaparkan sebagai bagian dari intervensi kemiskinan, yang kini berada di angka 6,04 persen. Program tersebut meliputi renovasi 3.489 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan pemberian beasiswa BESTI kepada 562 mahasiswa.

Advertisement

Defisit Kapasitas Sampah

Di balik deretan angka prestasi tersebut, Bupati Dadang Supriatna secara terbuka mengakui bahwa sektor lingkungan hidup, khususnya manajemen sampah, masih menjadi “pekerjaan rumah” yang berat bagi pemerintahannya.

Saat ini, volume timbulan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.800 ton per hari. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hanya tersedia 280 ton per hari.

“Kesenjangan kapasitas ini menuntut kita untuk tidak lagi bergantung pada TPA. Kami sedang mengoptimalkan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) serta pengolahan sampah menjadi energi,” tuturnya.

Sebagai langkah simbolis sekaligus praktis, peringatan hari jadi ini juga diisi dengan aksi bersih-bersih serentak yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Berdasarkan data internal pemerintah daerah, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap kinerja pemerintah berada di angka 89,01 persen. Namun, Dadang menegaskan bahwa tingginya angka kepuasan tersebut tidak boleh membuat birokrasi berpuas diri, terutama dalam menghadapi dinamika kebencanaan dan isu lingkungan yang memerlukan sinergi lintas sektor.

Advertisement