BENGKULU, ANTARA — Sebanyak 393 calon jemaah haji dari Provinsi Bengkulu yang tergabung dalam Kloter 1 siap diberangkatkan menuju Tanah Suci. Proses pemberangkatan jamaah calon haji tahun 2026 ini dipastikan berjalan sesuai rencana, meskipun terdapat perubahan pada daftar peserta yang semula berjumlah 400 orang.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Intihan, mengonfirmasi bahwa tujuh calon jemaah haji dipastikan batal berangkat dan telah digantikan oleh jamaah cadangan. Perubahan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk meninggal dunia dan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
“Kita kemarin ada tujuh orang, dari awal itu ada yang meninggal, ada yang sakit juga. Alhamdulillah sekarang sudah kita ganti semua,” ujar Intihan di Bengkulu, Rabu (22/4/2026).
Alasan Pembatalan Keberangkatan
Intihan menjelaskan bahwa pembatalan keberangkatan calon jemaah haji terjadi karena dua alasan utama. Pertama, ada calon jemaah yang meninggal dunia. Kedua, terdapat calon jemaah yang mengalami kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji.
Untuk jamaah yang meninggal dunia, pelimpahan nomor porsi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sementara itu, bagi calon jemaah yang sakit, keberangkatan mereka akan ditunda hingga kondisi kesehatan membaik dan memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji.
Mekanisme penggantian ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan seluruh jemaah dan memastikan bahwa kuota haji yang telah ditetapkan tetap terpenuhi.
Mekanisme Penggantian Jamaah
Proses penggantian calon jemaah haji dilakukan melalui sistem cadangan yang telah dipersiapkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu. Calon jemaah pengganti diambil dari daftar tunggu yang memenuhi segala persyaratan dan siap untuk diberangkatkan.
Seluruh proses administrasi terkait penggantian, mulai dari pengusulan hingga penerbitan dokumen perjalanan, telah diselesaikan. Intihan menegaskan bahwa penggantian tujuh calon jemaah ini tidak akan memengaruhi jumlah kuota haji Provinsi Bengkulu secara keseluruhan.
“Dengan demikian seluruh kuota jamaah calon haji Bengkulu tetap terpenuhi dan siap diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tegas Intihan.
Calon jemaah yang batal berangkat maupun yang menjadi pengganti berasal dari beberapa daerah di Provinsi Bengkulu, di antaranya adalah Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Kepahiang.
Jadwal Keberangkatan Jemaah
Sebanyak 393 calon jemaah haji Kloter 1 dijadwalkan akan memulai rangkaian keberangkatannya. Tahap awal adalah masuknya para jemaah ke Asrama Embarkasi Haji Antara Bengkulu.
“Pada pukul 20.00 WIB besok (23/4/2026) jamaah calon haji masuk ke Asrama Embarkasi Haji Antara Bengkulu, kemudian berikutnya diberangkatkan,” kata Intihan.
Berikut adalah rangkaian jadwal keberangkatan Kloter 1:
- Kamis, 23 April 2026: Jamaah masuk asrama embarkasi pada pukul 20.00 WIB.
- Jumat, 24 April 2026: Dilakukan penyelesaian administrasi akhir, yang meliputi pembagian gelang identitas, paspor, uang saku (living cost), serta pemeriksaan kesehatan terakhir.
- Sabtu, 25 April 2026: Keberangkatan menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang.
Dari Bandara Minangkabau, para jemaah akan bergabung dengan Kloter II Padang sebelum akhirnya diterbangkan menuju Madinah, Arab Saudi.
Rincian 393 jemaah Kloter 1 tersebut terdiri atas:
- 367 orang berasal dari Kota Bengkulu.
- 20 orang berasal dari Kabupaten Kepahiang.
- Petugas haji yang meliputi TPIH (Petugas Pembimbing Ibadah Haji), TPIHI (Petugas Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), PHD (Petugas Haji Daerah), dan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) masing-masing satu orang.
- 2 orang tenaga kesehatan haji (TKHI).
Kesiapan Fasilitas dan Layanan
Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu memastikan bahwa seluruh aspek teknis penyelenggaraan ibadah haji telah dipersiapkan secara menyeluruh. Aula Jabal Nur di Asrama Haji Bengkulu telah disiapkan sebagai pusat layanan bagi para jemaah, mencakup proses penerimaan hingga pemberangkatan.
Perhatian utama juga diberikan pada kesiapan transportasi. Bus yang akan mengangkut para jemaah menuju Bandara Fatmawati Soekarno telah melalui uji kelaikan jalan untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan.
Sistem pelayanan di asrama, termasuk pemeriksaan melalui mesin X-Ray dan alur keberangkatan, juga telah disiapkan secara matang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah.
“Alhamdulillah sudah final, tinggal menunggu proses pelaksanaan lagi,” tutup Intihan.






