Money

BI: Kredit Tumbuh 9,49 Persen Per Maret 2026, Akses Pembiayaan Masyarakat Meningkat

Advertisement

JAKARTA, Kompas.com – Pertumbuhan kredit perbankan nasional menunjukkan tren positif pada Maret 2026, dengan angka mencapai 9,49 persen secara tahunan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu, menandakan penguatan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, pertumbuhan kredit pada Maret 2026 sebesar 9,49 persen (year on year/yoy) melampaui realisasi Februari 2026 yang tercatat 9,37 persen (yoy). Capaian ini juga lebih baik dibandingkan Maret 2025 yang tumbuh 9,16 persen (yoy).

“Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (22/4/2026).

Meskipun demikian, Perry mencatat bahwa pertumbuhan kredit pada Maret 2026 belum mampu melampaui puncak pertumbuhan yang dicapai pada Januari 2026, yakni sebesar 9,96 persen (yoy).

Dukungan dari Berbagai Segmen Kredit

Peningkatan pertumbuhan kredit pada periode ini ditopang oleh seluruh segmen kredit yang mengalami kenaikan. Kredit investasi menjadi salah satu pendorong utama dengan pertumbuhan sebesar 20,85 persen (yoy). Selain itu, kredit modal kerja juga menunjukkan performa positif dengan tumbuh 4,38 persen (yoy), diikuti oleh kredit konsumsi yang meningkat 5,88 persen (yoy).

Perry mengungkapkan optimisme terhadap potensi penyaluran kredit perbankan di masa mendatang. Dari sisi permintaan, pemanfaatan fasilitas pembiayaan perbankan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan. Hal ini tercermin dari ketersediaan pinjaman yang belum disalurkan atau undisbursed loan yang masih mencapai Rp 2.527,46 triliun, atau setara dengan 22,59 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Advertisement

Sementara itu, dari sisi penawaran, kapasitas kredit perbankan dinilai masih memadai. Hal ini didukung oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di angka 27,85 persen. Ditambah lagi, Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri masih menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, mencapai 13,55 persen (yoy) pada Maret 2026.

Faktor lain yang turut mendorong minat penyaluran kredit perbankan adalah kebijakan persyaratan pemberian kredit yang cenderung longgar. Namun, BI mencatat adanya pengecualian pada segmen kredit konsumsi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih memiliki risiko kredit lebih tinggi.

“Ke depan, BI akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen non-traditional funding (non-DPK) guna mendukung penyaluran kredit perbankan,” tutur Perry.

Secara keseluruhan, BI menargetkan pertumbuhan kredit tahunan berada di kisaran 8-12 persen. Target ini dinilai realistis mengingat adanya dukungan yang kuat dari sisi permintaan maupun penawaran.

Advertisement