Regional

BMKG Prediksi Curah Hujan di NTB Menurun Sepekan ke Depan, Masuk Periode Kemarau

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengalami penurunan dalam sepekan ke depan, menandakan dimulainya periode musim kemarau.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Andre Jersey, menyatakan bahwa sepanjang periode 20-26 April 2026, cuaca di NTB secara umum akan didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Hal ini menunjukkan penurunan intensitas hujan dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat diguyur hujan lebat di beberapa daerah.

Prakiraan Cuaca NTB 20-22 April 2026

Memasuki awal periode, yakni 20 hingga 22 April 2026, BMKG memperkirakan cuaca di NTB akan berada dalam kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang. Suhu udara diprediksi berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celcius.

BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir serta angin kencang di sejumlah wilayah, meliputi:

  • Kota Mataram
  • Lombok Barat
  • Lombok Utara
  • Lombok Timur
  • Sumbawa
  • Bima
  • Dompu

Cuaca NTB 23-26 April 2026 Masih Fluktuatif

Memasuki periode 23 hingga 26 April 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi oleh cerah berawan hingga hujan ringan. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 35 derajat Celcius.

Hujan ringan masih berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah NTB, kecuali Kota Bima yang diprediksi akan lebih didominasi oleh kondisi kering.

“Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 35 kilometer per jam,” ujar Andre.

Advertisement

Pertanda Awal Musim Kemarau di NTB

Penurunan curah hujan ini secara klimatologis merupakan bagian dari transisi menuju musim kemarau di NTB.

Sebelumnya, BMKG telah memprediksi bahwa musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal di wilayah Nusa Tenggara, termasuk NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG juga memperkirakan musim kemarau tahun ini akan memiliki karakter lebih kering dan durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Puncak musim kemarau di NTB diprediksi terjadi pada periode Juli hingga September 2026.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang masih cukup dinamis. Meskipun tren hujan menurun, hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi dan berpotensi disertai angin kencang.

Di sisi lain, periode cuaca kering diperkirakan akan semakin dominan dalam beberapa minggu ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini dan terus memantau informasi resmi dari BMKG.

Advertisement