KEBUMEN, KOMPAS.com – Kabupaten Kebumen menunjukkan progres positif dalam penanganan kemiskinan. Pada tahun 2025, daerah ini tidak lagi menduduki peringkat teratas sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah, melainkan bergeser ke peringkat kedua. Perbaikan ini diapresiasi oleh Bupati Lilis Nuryani sebagai langkah awal yang signifikan, meskipun tantangan pembangunan masih membentang luas.
Pernyataan tersebut disampaikan Lilis Nuryani dalam forum silaturahmi lintas generasi yang diselenggarakan oleh Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) bersama HMI Cabang Kebumen di Mexolie Hotel, Minggu (19/4/2026). Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan hasil dari berbagai upaya strategis pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan ekonomi riil masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kita mulai melihat pergerakan. Kebumen tidak lagi berada di posisi paling bawah, tetapi kini berada di peringkat kedua termiskin di Jawa Tengah. Ini menunjukkan ada upaya yang mulai berjalan, meskipun pekerjaan rumah kita masih panjang,” ujar Lilis.
Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Riil
Bupati Lilis menekankan bahwa kebijakan pembangunan daerah diarahkan untuk menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat. Program-program yang dijalankan tidak hanya bersifat administratif, tetapi memiliki dampak nyata di lapangan, terutama melalui penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kami terus mendorong langkah konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya program di atas kertas, tetapi bagaimana kebijakan itu bisa menyentuh kebutuhan riil warga melalui penguatan ekonomi desa dan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.
Sinergi Pemerintah dengan Organisasi Kemahasiswaan dan Alumni
Dalam kesempatan yang sama, Lilis Nuryani juga menyoroti peran krusial kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemahasiswaan dan alumni seperti KAHMI dan HMI. Sinergi ini dianggap sebagai motor penggerak percepatan pembangunan daerah, di mana pengalaman dan jejaring alumni dipadukan dengan semangat idealisme kader muda.
“KAHMI memiliki pengalaman dan jejaring, sementara HMI memiliki energi. Jika keduanya bersinergi dengan pemerintah, ini akan menjadi dampak nyata bagi masyarakat Kebumen,” ungkap Lilis.
Senada dengan Bupati, Koordinator MD KAHMI Kebumen, Agus Sunaryo, menyatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi wadah konsolidasi gagasan untuk kemajuan daerah. Ia berpesan kepada para kader HMI untuk mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang berkontribusi pada kemajuan Kabupaten Kebumen menuju Indonesia Emas 2045.
“Organisasi ini adalah kawah candradimuka. Jangan sampai adik-adik menjadi generasi yang lemas. Justru harus menjadi generasi yang berguna bagi masyarakat,” tegas Agus Sunaryo.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dewan Penasehat KAHMI Kebumen Mohammad Yahya Fuad, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Faiz Alauddien Reza Mardhika, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kebumen.





