Megapolitan

Cekcok Matel dan Penunggak Cicilan di Cakung Bukan Pertama Kali Terjadi

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Keributan antara kelompok penagih utang, yang kerap disebut “mata elang” (matel), dengan warga yang menunggak cicilan di Jalan Swadaya PLN, Cakung, Jakarta Timur, ternyata bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar mengaku sering melihat perselisihan terjadi, meski bentrokan fisik seperti yang terjadi pada Selasa (21/4/2026) sore merupakan insiden yang lebih parah.

Agus (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa ruko yang dijadikan kantor oleh perusahaan pembiayaan atau simpan pinjam tersebut baru beroperasi selama dua bulan terakhir. “Kalau (bentrok) kayak kemarin baru kali itu saja, karena sebelumnya hanya cekcok dengan penunggak dengan yang nagih (matel),” ujar Agus saat ditemui pada Rabu (22/4/2026).

Menurut Agus, insiden pada Selasa sore itu bermula ketika seorang warga yang menunggak cicilan sepeda motor datang ke kantor leasing untuk mengambil kembali kendaraannya yang sudah ditarik. “Itu yang nunggak datang ke sini, cekcok sama yang narik, terus akhirnya dibawa itu motor,” jelasnya.

Namun, selang sekitar setengah jam kemudian, warga yang sama disebut kembali mendatangi kantor tersebut bersama seorang rekannya. “Datang lagi nantangin matel,” kata Agus. Pelaku dan rekannya disebut langsung masuk ke dalam ruko yang saat itu dijaga oleh dua pekerja.

Agus bersama tetangga lainnya sempat berusaha melerai kedua belah pihak agar tidak terjadi perkelahian lebih lanjut. “Saya sama tetangga lain coba untuk melerai, bukan membela siapa-siapa, biar enggak semakin membesar, untungnya enggak sampai besar,” tuturnya.

Advertisement

Setelah terjadi adu mulut di dalam kantor, perkelahian melebar ke area depan kantor, di mana terjadi aksi saling lempar antara pihak matel dan terduga pelaku penyerangan. Agus mengaku berusaha memastikan agar keributan tersebut tidak merusak rumah warga maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Kronologi Versi Kepolisian

Sebelumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung telah mengungkap kronologi bentrokan tersebut. Kepala Polsek Cakung, AKP Andre Tri Putra, menjelaskan bahwa peristiwa itu berawal ketika petugas matel hendak menarik sepeda motor milik seorang warga.

“Tadi ada warga, cuma bukan warga Cakung ya, ditarik lah motornya sama matel, mungkin warga itu kesal terus ngumpulin teman-temannya (menyerang kantor). Kebetulan kantor matel itu di wilayah kita, yang tempat tadi itu,” ungkap Andre saat dikonfirmasi pada Selasa.

Andre menambahkan bahwa kantor matel tersebut kemudian diserang oleh sejumlah orang. Namun, ia belum dapat memastikan lokasi awal penarikan sepeda motor yang memicu kejadian tersebut. Beruntung, bentrokan yang terjadi dilaporkan berlangsung singkat dan berhasil diredam oleh petugas, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Advertisement