Perkembangan pesat dalam dunia combat sport melahirkan sebuah inisiatif baru bernama Common Ground Fight. Ajang ini tidak hanya menawarkan kompetisi, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas komunitas untuk bersatu dalam satu arena.
Awalnya berasal dari kegiatan Hantam Bihalal yang diselenggarakan oleh Tiger Head Fighting Club, konsep Common Ground Fight kemudian berkembang menjadi sebuah platform yang lebih besar dan inklusif. Inisiatif ini menggandeng berbagai komunitas kreatif, menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar pertarungan, melainkan sebuah perayaan ekspresi, solidaritas, dan energi kolektif.
Founder Common Ground Fight, Valdi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bermula dari skala komunitas yang lebih kecil. Namun, seiring dengan terjalinnya kolaborasi yang semakin luas, konsepnya pun berevolusi menjadi sebuah gerakan yang lebih masif.
“Kegiatan ini berawal dari Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club. Cuma, karena kami ada kolaborasi event Combat Sport, namanya menjadi Common Ground Fight,” kata Valdi dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Valdi menambahkan, “Event ini kolaborasi dengan Gassskiw, Rumah Bergerak, dan Hantam Keras, kami bikin Common Ground Fight.”
Satukan Berbagai Latar Belakang
Lebih dari sekadar mempertemukan para fighter, Common Ground Fight dirancang untuk menyatukan individu dari berbagai latar belakang. Mulai dari komunitas motor, suporter, street culture, hingga para individu independen akan hadir dalam satu arena yang sama.
Konsep inilah yang menjadi pembeda utama Common Ground Fight dibandingkan dengan acara serupa lainnya, dengan penekanan kuat pada nilai kesetaraan dan inklusivitas.
“Common Ground Fight adalah platform combat sport berbasis komunitas yang menyatukan fighter dari berbagai latar belakang berbeda: motor, suporter, street culture, dan independent dalam satu arena,” ujar Valdi.
Ekosistem yang Terus Berkembang
Common Ground Fight direncanakan sebagai sebuah ekosistem jangka panjang yang berkelanjutan. Ajang ini tidak hanya berhenti pada satu atau dua gelaran, melainkan akan terus berkembang sebagai event series.
“Dibangun sebagai event series yang berkelanjutan, Commond Ground Fight tidak hanya menjadi panggung. Akan tetapi juga ekosistem yang terus berkembang dengan menghadirkan ruang baru bagi komunitas untuk tumbuh, terkoneksi, dan bergerak bersama,” tambah Valdi.
Sesama Founder Common Ground Fight, Muhajir, menekankan bahwa konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada aspek pertarungan, tetapi juga pada pengalaman kolektif yang hidup.
“Fight ini menggabungkan antara musik dan art visual, menjadi sebuah pengalaman yang hidup di mana energi komunitas, energi ekspresi visual, dan suara crowd menjadi satu kesatuan,” kata Muhajir.
Event perdana Common Ground Fight dijadwalkan akan digelar di Gedung PFN Cawang, Jakarta, pada Minggu, 3 Mei 2026.






