Bola

Liam Rosenior Pertanyakan Profesionalisme Pemain Chelsea Usai Digilas Brighton 0-3

Advertisement

Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Stadion American Express, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, memicu luapan amarah pelatih Chelsea, Liam Rosenior. Lima kekalahan beruntun di Liga Inggris menjadi pukulan telak bagi The Blues, yang gawangnya dibobol tiga kali oleh Brighton melalui Ferdi Kadioglu (menit ke-3), Jack Hinshelwood (menit ke-56), dan Danny Welbeck (menit ke-90+1). Situasi ini membuat Rosenior tak ragu mempertanyakan profesionalisme para pemainnya.

Rosenior menyatakan ketidakpuasannya yang mendalam terhadap penampilan timnya. Ia merasa penampilan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam aspek apapun. “Jauh sekali. Jauh sekali. Tidak dapat diterima dalam setiap aspek permainan. Saya terus membela para pemain, penampilan malam ini tidak dapat dibenarkan,” ujarnya seperti dikutip dari Sky Sports. Ia menyoroti cara timnya kebobolan dan duel-duel yang kalah, menegaskan bahwa perubahan drastis harus segera dilakukan.

Kritik Tajam Terhadap Sikap dan Semangat Pemain

Lebih lanjut, Rosenior mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya semangat juang yang ditunjukkan oleh mayoritas pemainnya. Ia menyebutkan hanya tiga hingga empat pemain yang menunjukkan determinasi penuh di lapangan. Hal ini sangat sulit diterima mengingat mereka mewakili klub sebesar Chelsea.

“Sikap dan semangat secara umum kurang, tekad dari tiga atau empat pemain dari sebelas pemain inti. Itu sama sekali tidak cukup untuk klub ini,” tegas Rosenior. Ia menambahkan, “Saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan yang sebenarnya. Itu adalah penampilan yang tidak dapat diterima di setiap level.”

Rosenior berharap insiden kekalahan telak ini tidak terulang kembali. “Anda bisa berbicara tentang kurangnya kepercayaan diri, atau hasil yang tidak sesuai harapan. Itu bukan representasi dari apa pun yang ingin saya lihat, dan saya tidak akan pernah melihatnya lagi,” tandasnya.

Advertisement

Profesionalisme Dipertanyakan, Semangat Juang Menurun

Pelatih asal Inggris itu secara terang-terangan mempertanyakan profesionalisme para pemain Chelsea. Ia bahkan menyebut laga ini sebagai salah satu yang paling sulit diterima dalam kariernya. “Penampilan dari segi profesionalisme sangat buruk. Ini benar-benar malam yang sangat sulit, malam tersulit—bukan hanya di klub sepak bola yang luar biasa ini—tetapi dalam karier saya. Beberapa hal yang saya saksikan hari ini, saya tidak ingin pernah melihatnya lagi,” katanya.

Rosenior menyindir gairah para pemainnya yang dinilai mulai memudar dan terkesan menyerah. Ia menekankan bahwa bermain di klub elite menuntut lebih dari sekadar kehadiran di lapangan. “Anda harus bertanya pada para pemain. Jika Anda bermain di klub sepak bola elite ini, atau klub sepak bola mana pun, bahkan dituduh menyerah saja sudah tidak dapat diterima. Itu saja yang akan saya katakan,” ujarnya.

Meskipun menghadapi kekalahan pahit, Rosenior menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit menghadapi laga semifinal Piala FA melawan Leeds United pada akhir pekan mendatang. “Saya merasa sakit hati, saya merasa mati rasa. Itu tidak mewakili saya. Itu sama sekali tidak mewakili klub sepak bola ini. Itu harus berubah, dimulai dengan semifinal Piala FA pada hari Minggu,” tutupnya.

Advertisement